Di tengah kemiskinan, Bung Karno selalu mencari permainan yang tak perlu mengeluarkan uang. Di dekat rumahnya tumbuh sebatang pohon dengan daunnya yang lebar.
Daun itu ujungnya kecil, lalu mengembang lebar di pangkalnya dan tangkainya panjang. Adalah suatu hari yang gembira bagi anak-anak, kalau setangkai daun gugur, karena ini berarti bahwa dirinya mempunyai permainan.
Seorang lalu duduk di bagian daun yang lebar, sedang yang lain menariknya pada tangkai yang panjang itu dan permainan ini tak ubahnya seperti eretan.
(Qur'anul Hidayat)