Atas beberapa hal tersebut, mantan Kapolda Banten ini pun memaparkan berdasarkan hasil pengecekan, yang seharusnya pada hari ini terjadi puncak arus balik, namun ada perubahan. Bahkan ada penurunan sebanyak 13 persen jumlah kendaraan dari prediksi awal.
"Tentunya ini akan kita tunggu apakah penurunan 13 persen tetap berlaku, artinya kalau bertahan kita sudah bisa menurunkan prediksi puncak yang 203 ribu. Karena bisa turun 13 persen," ucap Sigit.
Dengan adanya pergeseran distribusi arus balik tersebut, ia pun menyebut masih ada waktu bagi masyarakat untuk memanfaatkan beberapa hari ini kembali ke Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, ia menuturkan ada kemungkinan masyarakat kembali pada hari Kamis dan Jumat, di mana ada kebijakan diskon tarif tol.
"Hal ini silakan dimanfaatkan sehingga rangkaian arus balik kita antisipasi dan semua berjalan lancar walaupun terjadi kepadatan dan kita hindari risiko stuck atau terjebak kemacetan luar biasa," tutur Sigit.
Selain jalur mudik, Kapolri juga sempat melakukan pengamatan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, dimana kegiatan masyarakat masih cukup tinggi. Ia mengatakan, hal tersebut terjadi lantaran kemungkinan masyarakat yang melakukan perjalanan ke tempat wisata dan berkunjung ke rumah sanak saudara dalam rangka halal bi halal.
"Ini menjadi perhatian kita. Jalur arteri memiliki beban yang lebih tinggi dari biasanya karena kegiatan masyarakat tentunya menjadi hal yang kita pantau juga," tutup Sigit.
(Arief Setyadi )