Kemenkumham Periksa Sipir di Lampung yang Doyan Pamer Harta, Ini Hasilnya

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Rabu 26 April 2023 15:48 WIB
Viral sipir bergaya hidup mewah. (tangkapan layar medsos)
Share :

JAKARTA - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Lampung memastikan telah memeriksa Dhawank Delvi. Dhawank Delvi merupakan sipir atau petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa yang viral karena kerap memamerkan harta kekayaannya (flexing).

"Sudah kita tarik ke Kanwil Kemenkumham Lampung untuk menjalani pemeriksaan," kata Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenkumham Lampung, Sorta Delima Lumban Tobing melalui keterangan resminya, Rabu (26/4/2023).

Sorta Delima menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap Dhawank Delvi setelah ramai pemberitaan di media. Namun, Sorta mengakui, pihaknya hingga kini belum memutuskan hukuman untuk sipir tersebut.

"Hingga saat ini belum diputuskan jenis hukuman disiplin seperti apa yang akan dijatuhkan kepada yang bersangkutan, mengingat hasil pemeriksaan lanjutan dari Tim inspektorat belum selesai," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata Sorta, harta yang kerap dipamerkan Dhawank, beberapa di antaranya bukan miliknya. Ia menjelaskan, Dhawank kerap meminjam aset orang lain untuk dipamerkan. Salah satunya, motor gede Harley Davidson yang pernah dipamerkan.

"Dari pemeriksaan awal, kami dapati fakta-fakta bahwa sebenar kekayaan yang dipamerkan saudara Dhawang tak semunya milik pribadinya, seperti moge yang diposting tahun 2020, sebenarnya yang bersangkutan hanya menumpang foto untuk bergaya di atas moge dan bukan barang miliknya," ujarnya,

Sementara terkait postingan kolam renang, kata Sorta, memang diakui Dhawank miliknya yang dibangun pada 2020 seharga Rp200 juta di rumahnya. Kata Sorta, rumah tersebut dibeli Dhawank dengan dana yang sebagian besar berasal dari bantuan mertuanya sebagai pengusaha.

"Iya, itu rumah Dhawang, tapi itu dibeli dari bantuan mertuanya yang merupakan pengusaha," katah Sorta.

Sorta menjelaskan, rumah sakit yang ramai diberitakan di medsos sebenarnya adalah klinik bersalin milik mertuanya di daerah Lampung Selatan yang sudah berdiri sejak 2009. Klinik tersebut bukan miliknya.

"Demikian keterangan yang bersangkutan dalam pemeriksaan Tim yang dipimpin oleh Kadivpas Farid Junaedi," ujar Sorta.

Terkait isu soal ada bisnis catering yang dijalankan Dhawank di dalam lapas, Sorta dengan tegas membantahnya. "Di Lapas Rajabasa memang ada kantin yang dikelola oleh koperasi Lapas Rajabasa. Kantin itu menyediakan barang kebutuhan sehari-hari (kelontong) dan makanan jadi untuk pegawai dan narapidana," pungkasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya