JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap akan melakukan sejumlah hal demi kelancaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkap sejumlah rencana telah disusun untuk mendukung sukses penyelenggaraan Keketuaan ASEAN 2023, diantaranya BMKG secara berkelanjutan melakukan pembaharuan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi di seluruh lokasi acara.
Untuk menunjang hal tersebut, kata Dwikorita, BMKG akan menempatkan sejumlah peralatan untuk memonitor dan mendeteksi dini potensi gempa dan tsunami, beserta sistem peringatan dini potensi karhutla, cuaca ekstrem, hingga gelombang ekstrem.
"Secara khusus, BMKG juga menyediakan informasi cuaca strategis untuk mendukung keselamatan transportasi para Kepala Negara ASEAN maupun seluruh delegasi negara yang hadir di Indonesia," paparnya.
BMKG menyiagakan 14 Stasiun BMKG di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan didukung sistem dari Pusat dan 190 Stasiun BMKG yang dilengkapi dengan 40 radar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
"Dengan begitu, data dan informasi yang dihasilkan akan semakin cepat, tepat, dan akurat," katanya.
BACA JUGA: