Dalam penyaluran bantuan PKH Plus, ibu tiga anak ini tidak lupa meminta doa restu kepada warganya untuk bisa menjalankan amanah melayani masyarakat sampai dengan berakhirnya masa jabatan yang diemban bersama suami.
Masih ingat di benaknya bagaimana sosok suami yang sangat menginspirasinya. Berani hijrah di usia sangat muda dari Surabaya ke Trenggalek, meninggalkan kemapanan secara ekonomi demi bisa melayani warga masyarakat Trenggalek. Meskipun anak-anak masih kecil, Novita yakinkan suami mampu melaksanakan perjuangan kebermanfaatan bagi masyarakat di Trenggalek.
Banyak kebanggaan yang didapat oleh perempuan ini dari beberapa keputusan yang diambil oleh sang suami (Mochamad Nur Arifin). Seperti halnya tidak mengambil gaji sebagai bupati mulai awal menjabat hingga sekarang. Gaji yang seharusnya menjadi haknya itu malah justru diserahkan kepada BAZNAS Trenggalek untuk upaya penanganan kemiskinan di daerah yang dipimpinnya. Dan ini menjadi cikal bakal penanganan yang terintegrasi di Kabupaten Trenggalek dengan program yang bernama Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (GERTAK).
"Banyak keputusan yang diambil untuk mensejahterakan masyarakat menjadi inspirasi saya untuk bisa melakukan hal yang sama berjuang untuk masyarakat Trenggalek," ucap Novita Hardini.
(Fitria Dwi Astuti )