JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki berbagai proyek di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Berbagai proyek di Ditjen Perkeretaapian Kemenhub tersebut diselidiki lewat dua saksi, pada Rabu, 3 Mei 2023.
Kedua saksi tersebut yakni, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenhub, Budi Prasetiyo dan Staf Keuangan PT Dwifarita Fajarkharisma, Sukartoyo. Keduanya juga didalami keterangannya terkait aliran uang untuk para tersangka kasus dugaan suap proyek jalur rel kereta api.
"Kedua saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan proyek pekerjaan yang ada di Dirjen Perkeretaapian Kemenhub RI," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (4/5/2023).
"Dikonfirmasi juga terkait aliran pemberian dan penerimaan uang pada tersangka HTO dkk," sambungnya.
Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan DJKA Kemenhub Tahun Anggaran 2018-2022. Adapun, dari 10 tersangka tersebut, enam di antaranya merupakan pihak penerima suap.
Keenam tersangka penerima suap yakni, Direktur Prasarana Perkeretaapian, Harno Trimadi; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Bagian Tengah (Jabagteng), Bernard Hasibuan; Kepala BTP Jabagteng, Putu Sumarjaya.
Kemudian, PPK Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan, Achmad Affandi; PPK Perawatan Prasarana Perkeretaapian, Fadliansyah; serta PPK BTP Jawa Bagian Barat (Jabagbar), Syntho Pirjani Hutabarat.