"Orang-orang luar biasa seperti yang saya temui hari ini, berani di luar imajinasi, beroperasi di daerah yang sangat tidak pasti," ukarnya sembari menyoroti apa yang dia sebut sebagai aksioma kemanusiaan untuk "bertahan dan memberikan".
Program Pangan Dunia PBB telah menyaksikan tujuh stafnya tewas dalam beberapa pekan terakhir.
Griffiths menyatakan keterkejutannya bahwa bahkan Port Sudan, yang sejauh ini relatif tidak tersentuh oleh pertempuran, juga rapuh.
"Port Sudan mulai melonjak dengan banyak orang terlantar, beberapa dari mereka tidak memiliki prospek untuk keluar ke negara ketiga,” terangnya.
Ribuan warga Suriah, Yaman, dan Sudan sekarang terjebak di kota pelabuhan tanpa jenis paspor, dan dukungan, untuk memberi mereka jalan keluar.
Ini adalah kisah tentang seluruh bangsa yang berjuang untuk menemukan jalan keluar dari perang yang sangat mengkhawatirkan dan memburuk dengan cepat ini.
Ditanya tentang pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahwa PBB "gagal menghentikan perang ini" karena tidak melihat semua tanda peringatan, Griffiths bersikeras bahwa "banyak orang tidak melihat hal itu".
"Itu kemarin," katanya dalam pembelaan PBB.
"Apa yang kita bicarakan hari ini adalah melakukan sesuatu yang konsisten dengan nilai-nilai kita... dan memenuhi kebutuhan rakyat Sudan,” lanjutnya.
(Susi Susanti)