Lebih lanjut, Gede mengatakan ketika DU sudah berhasil diangkat ke daratan, petugas medis Ancol menyatakan DU sudah tidak bernyawa lagi. Ia menuturkan kondisi DU yang telah wafat diperkuat melalui hasil visum di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM).
"Berdasarkan hasil visum kami di RSCM sekitar pukul 22.00 WIB, korban DU sudah dinyatakan wafat sekitar tiga jam sebelumnya. Jadi make sense untuk waktu kejadian wafatnya," tutur Gede.
Gede mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, jasad DU tidak ditemukan adanya luka atau bekas memar hasil kekerasan. Dia menjelaskan, korban diduga kuat meninggal dunia karena tenggelam.
"Namun untuk lebih mendalamnya memang perlu dilakukan autopsi. Tetapi keluarga korban menolak pengajuan kami untuk dilakukannya autopsi," katanya.
Gede juga menjelaskan, keduanya memang warga Sunter, Jakarta Utara. Ia pun masih melakukan penyelidikan ihwal penyebab dan latar belakang kedua korban tersebut.
"Untuk mendalami ihwal hubungan kedua korban, kami masih menunggu keterangan dari RC yang saat ini masih belum bisa memberikan keterangan. Nanti kami akan sampaikan jika sudah ada keterangan lebih lanjut," ucap Gede.
Gede juga menjelaskan, kedalaman laut diperkirakan sekitar 3-4 meter. "Karena itu dermaga kapal. Diperkirakan sekitar 3 - 4 meter," katanya.
Saat kejadian, Gede menuturkan insiden tersebut terjadi pada pukul 19.10 WIB dimana waktu itu dermaga sudah tidak ada wisatawan sejak pukul 18.00 WIB.
"Memang sejak pukul 18.00 WIB, petugas Ancol telah melaksanakan patroli. Dan dari dermaga kosong. Itu diperkuat keterangan saksi, bahwa sebelumnya dermaga kosong. Dan dua orang masuk dermaga," ungkap Gede.
(Fakhrizal Fakhri )