“Kalau saya mau, saya jadikan satu jenis menjadi orang Batak semua, seperti pak Emirsyah (Tambunan) atau orang Bugis semua seperti Pak Jusuf Kalla, tapi saya tidak mau menjadikan kamu itu sama termasuk agamamu. Kalau saya (Allah) mau jadikan satu tetapi sengaja saya ciptakan kamu berbeda, saya ciptakan kamu berbeda agar apa? Agar kamu berlomba untuk saling berbuat baik wa fastabiqul khairat,” ungkap Mahfud.
“Ini menjadi dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang religius nation state berdasar Pancasila itu,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )