Raja Kejam Era Mataram, Bunuh 6 Ribu Orang dalam Waktu Setengah Jam

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 19 Mei 2023 08:15 WIB
Amangkurat I. (Foto: Dok Ist)
Share :

SULTAN Amangkurat I konon memerintah di Mataram sebagai raja dengan kejam dan sewenang-wenang. Sang raja kerap kali konon menghukum mati orang-orang yang tak bersalah. Konon ada suatu tanda ketika sang raja mengeksekusi para warga tak bersalah itu.

Sultan memerintah agar anak buahnya bersama empat orang kepercayaan yakni Raden Mas, Tumenggung Nataairnawa, Tumenggung Suranata dan Kiai Ngabei Wirapatra untuk menyelidiki nama, keluarga dan alamat para pemuka agama. Hal ini dianggap agar mereka semua dapat dibunuh dengan sekali pukul.

Sultan juga menyiasati untuk tidak memperlihatkan diri di luar keraton. Tetapi ia menyuruh sidang-sidang peradilan yang diadakan setiap minggu terus berlangsung di dalam keraton, padahal semestinya sidang diadakan Sitinggil.

 BACA JUGA:

Hal ini untuk biasanya agar ia bisa bertindak dengan amat teliti. H.J. De Graaf mengisahkan dalam "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I". Setelah memperoleh semua keterangan yang diperlukan, diberikannya perintah - perintah terakhir kepada orang-orang kepercayaannya.

Selanjutnya mereka bertindak sebaik-baiknya dan membunuh semua orang laki-laki, wanita dan juga anak-anak yang tidak bersalah. Isyarat untuk pembantaian besar-besaran itu adalah bunyi tembakan yang konon dari meriam besar Sapujagat atau Pancawara di istana.

Sultan pun mengamankan dirinya dengan pengawal-pengawal pribadi yang tangguh di bawah pimpinan orang-orang yang paling dipercaya. Belum setengah jam berlalu konon setelah terdengar bunyi tembakan, 5 sampai 6 ribu jiwa dibasmi dengan cara yang mengerikan.

 BACA JUGA:

Kejadian seperti itu konon kerap terjadi, tetapi Sultan Amangkurat I ingin mengelakkan tanggungjawab atas tindakan-tindakan kekerasannya itu, maka keesokan harinya ketika tampil tampak wajahnya marah dan terkejut sekali. Sejam lamanya tidak sepatah kata pun diucapkannya, dan ini membuat orang lebih merasa tercekam. Tidak seorang pun yang berani mengangkat kepalanya, apalagi memandang wajah Sultan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya