Selama ini, dikatakannya, pihak Ponpes pun juga diketahui tak pernah membuka lowongan kerja. Sehingga, Huda tidak mengetahui siapa yang membawa terduga teroris tersebut datang ke lingkungannya.
"Yang bawa kerja siapa juga gak tahu. Kayaknya juga gak buka lowongan," katanya.
Terpisah, pengasuh Ponpes Putri Huurun Inn, Fatiyah saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon belum bisa ditemui karena masih ada kegiatan lainnya. Namun, ia menyatakan sosok Yudo Ratmiko merupakan karyawan di toko rotinya.
"Itu karyawan. Mulai Sabtu, Minggu dan Senin. Selasa (malam) sudah gak ada," katanya.
Ia juga mengaku tak mengenal terduga teroris yang bekerja di lingkungan Ponpesnya. Ia juga menyebut bahwa selama bekerja, terduga teroris tersebut hanya berada di depan Ponpes untuk berjualan roti milik Ponpes.
"Saya gak kenal siapa dia. Bukan salah satu santri, kan itu pondok putri. Di luar, di depan pondok, bukan di dalam, itu kan usaha roti pribadi," ujarnya.
(Arief Setyadi )