WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu, (28/5/2023) mengucapkan selamat kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan yang memenangi putaran kedua pemilihan presiden Turki, salah satu yang paling penting dalam sejarah modern negara itu.
"Saya berharap untuk terus bekerja sama sebagai Sekutu NATO dalam masalah bilateral dan berbagi tantangan global," kata Biden dalam cuitan di Twitter, sebagaimana dilansir Reuters.
Penekanan Biden pada NATO mencerminkan prioritas Washington dalam melihat Swedia bergabung dengan NATO pada KTT Vilnius pada pertengahan Juli.
AS dan Turki, yang merupakan sekutu NATO tidak setuju atas sejumlah masalah termasuk kebijakan Suriah, hubungan dekat Ankara dengan Moskow dan potensi penjualan jet tempur F-16 buatan AS ke Turki – masalah yang diperkirakan para analis akan terus memperkeruh hubungan.
Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan ucapan selamat kepada atas kemenangan Erdogan, menyebut Presiden Turki itu sebagai “sahabat”.
"Kemenangan pemilu adalah hasil alami dari kerja tanpa pamrih Anda sebagai kepala Republik Turki, bukti nyata dukungan rakyat Turki atas upaya Anda memperkuat kedaulatan negara dan menjalankan kebijakan luar negeri yang independen," kata Putin dalam sebuah pesan kepada Erdogan, menurut Kremlin.
"Kami sangat menghargai kontribusi pribadi Anda untuk memperkuat hubungan persahabatan Rusia-Turki dan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang," kata Putin.
Putin mengatakan dia sangat mementingkan proyek bersama seperti pembangkit listrik tenaga nuklir Akkuyu Turki, yang sedang dibangun oleh kelompok energi negara Rusia Rosatom, dan pusat gas yang diusulkan Putin di Turki.
(Rahman Asmardika)