SOEKARNO tak bisa dilepaskan dari pembicaraan tentang Pancasila. Bahkan, Bung Karno juga pernah menetapkan Hari Lahir Pancasila 1 Juni sebagai hari libur nasional pada 1964.
Bung Karno sampai sekarang namanya senantiasa harum. Soal namanya yang harum dan diagung-agungkan, Bung Karno sudah merasakannya sendiri dan dinyatakannya ke khalayak umum, dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1964 di depan Gedung Pancasila, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat.
Berikut potongan pidatonya dalam buku ‘Filsafat Pancasila Menurut Bung Karno’:
“Saudara-saudara, what is the matter with me? Kok sekarang ini saya diagung-agungkan? Bukan hanya pada hari Lahirnya Pancasila, mengagung-agungkan kepada saya...tanggal 6 Juni yang terkenal sebagai hari lahirnya Soekarno. Orang mau mengadakan perayaan-perayaan yang maha hebat. Dari kanan, dari kiri, dari muka, dari belakang, dari mana-mana saya mendapat permintaan agar supaya saya suka menerima persembahan-persembahan pada 6 Juni 1964.
Persembahan yang berupa macam-macam hal. Ada yang berupa tari-tarian, ada yang akan berupa nyanyian-nyanyian kanak-kanak, ada yang akan berupa hadiah-hadiah yang amat berharga. What is the matter with me? Kenapa tahun-tahun yang dulu tidak?
Bukan saya minta tahun-tahun yang dulu itu. Tidak. Tetapi kenapa sekonyong-konyong tahun ini orang hendak mengadakan peringatan hari ulang tahun Bung Karno dengan cara yang demikian hebatnya? Kenapa tahun ini orang memperingati hari Lahirnya Pancasila? Kenapa tahun ini orang mengagung-agungkan namanya Soekarno sebagai pencipta daripada Pancasila? What is the matter with me?
Mengenai hari ulang tahun saya yang akan datang, jikalau dikaruniai Tuhan, saudara-saudara, sebab mati-hidup manusia ada di tangan Tuhan, saya hendak berkata sebagai berikut: Saya terima segala pernyataan cinta kepada saya yang akan berupa hadiah atau nyanyian-nyanyian atau kesenian-kesenian yang hendak dipersembahkan kepada saya pada nanti hari 6 Juni 1964. Saya mengucap terima kasih dan saya mengatakan Insya Allah akan saya terima. Tetapi saudara-saudara, Insya Allah pula, pada tanggal 6 Juni yang akan datang itu saya tidak ada di Jakarta.
(qlh)