Menurutnya, bonus demografi Indonesia itu hanya 15 tahun dan setiap negara hanya memiliki kesempatan bonus demografi satu kali dan Indonesia tengah melewati. Bangsa Indonesia bisa maka luput memanfaatkan bonus demografi jika tidak kompak ataupun tidak bersatu padu.
Karena ketidakkompakan tersebut maka untuk impian menjadi Indonesia maju akan terkubur. Sandi menyebut hanya beberapa negara yang bisa menjadi negara maju dengan bonus demografi seperti Taiwan, Korea Selatan dan beberapa negara lain. Tetapi ada negara-negara lain yang gagal karena konstelasi daripada pemerintahan dan masyarakatnya tidak bersatu padu sehingga akhirnya peluang emas yang ada di depan yaitu bonus demografi menjadi bencana demograf.
"Maka kita harapkan proses politik kita menyepakati bagaimana melakukan percepatan pembangunan," ujarnya.
Sandi kembali menandaskan untuk memilih P3 atau PKS, memang belum sepenuhnya dia lakukan. Namun dengan PPP dia sudah memulai proses tahapan awal dan dengan PKS dia juga sudah mencoba meyakinkan PKS berkaitan dengan pemikirannya akan percepatan pembangunan.
Berkaitan dengan posisi wapres ataupun apapun di eksekutif itu merupakan hak prerogratif dari pimpinan partai politik. Dan dia mengaku akan fokus berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi terbaik agar bangsa ini segera pulih dari pandemi dan masyarakat mendapat lapangan kerja, harga-harga bahan pokok terjangkau dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
(Awaludin)