BALASORE - Pihak berwenang India membuat permohonan yang sungguh-sungguh kepada keluarga pada Selasa, (6/6/2023) untuk membantu mengidentifikasi lebih dari 100 mayat yang tidak diklaim yang disimpan di rumah sakit dan kamar mayat setelah 275 orang tewas dalam kecelakaan kereta api paling mematikan di negara itu dalam lebih dari dua dekade.
Bencana tersebut terjadi pada Jumat, (2/6/2023) ketika sebuah kereta penumpang menabrak sebuah kereta barang yang tidak bergerak, melompati rel dan menabrak kereta penumpang lain yang melintas dari arah berlawanan di dekat distrik Balasore di negara bagian timur Odisha.
Menyusul upaya tanpa henti untuk menyelamatkan korban selamat dan membersihkan serta memperbaiki jalur, kereta api kembali beroperasi di bagian jalur itu pada Minggu, (4/6/2023) malam.
Hingga Senin, (5/6/2023) malam, sekira 100 jenazah belum diidentifikasi, kata seorang pejabat senior departemen kesehatan negara bagian kepada Reuters.
Bijay Kumar Mohapatra, direktur kesehatan Odisha, mengatakan pihak berwenang mencoba mencari wadah es untuk membantu mengawetkan jenazah.
"Kecuali mereka teridentifikasi, otopsi tidak dapat dilakukan," kata Mohapatra, menjelaskan bahwa di bawah peraturan negara bagian Odisha tidak ada otopsi yang dapat dilakukan pada jenazah yang tidak diklaim hingga 96 jam berlalu.