JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo terus mendongkrak pembangunan di Jateng dengan menginisiasi ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular sejalan dengan arah pembangunan Indonesia untuk mencapai zero emission di 2060.
Upaya yang dilakukan Ganjar sebagai langkah menekan emisi yang ditargetkan berkurang 29 persen di tahun 2030. Konsep tersebut juga dianggap memungkinkan sumber daya dipakai selama mungkin dan diregenerasi. Potensi sumber daya yang kerap dieksekusi panas matahari, gas rawa, geothermal, serta angin dan air.
Ganjar mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) dalam bentuk gheotermal, PLTS, hingga saluran gas pengganti LPG 3 Kg. Ekonomi sirkular, kata Ganjar sebetulnya tren yang sering dipakai masyarakat dalam menjaring usaha.
Contohnya pengolahan ampas tahu, kulit buah, serta bahan lainnya yang bisa menjadi produk bernilai jual, kata Ganjar usai menghadiri sumpah jabatan Ketua DPRD di Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Senin 5 Juni 2023.
“Kalau kemudian masyarakat punya problem di tempatnya masing-masing dan dia ingin menyelesaikan, itu berdasarkan sumber atau resorces yang ada di situ, mereka mampu untuk mengolahnya kembali,” ujarnya melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa (6/6/2023).
Provinsi Jateng melalui kedinasan yang ada berupaya melakukan hal serupa terhadap banyak sumber daya yang ada. Sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Ternyata praktek-praktek baik (ekonomi sirkular) itu ada dan kami mencoba mendampingi,” ujarnya.
Anak-anak muda dan generasi z ternyata turut menginspirasi Ganjar. Sebab, mereka banyak yang menerapkan ekonomi sirkular.