LONDON – Para ilmuwan memperingatkan Arktik atau Kutub Utara dapat bebas dari es laut kira-kira satu dekade lebih awal dari yang diproyeksikan. Ini menjadi tanda lain yang jelas bahwa krisis iklim terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan karena dunia terus mengeluarkan polusi yang memanaskan planet.
Sebuah studi baru yang diterbitkan pada Selasa (6/6/2023) di jurnal Nature Communications menemukan es laut Arktik bisa hilang sepenuhnya selama September pada awal 2030-an. Bahkan jika dunia membuat pengurangan yang signifikan terhadap polusi yang memanaskan planet hari ini, Arktik masih dapat melihat musim panas bebas dari es laut pada 2050-an.
Para peneliti menganalisis perubahan dari 1979 hingga 2019, membandingkan berbagai data satelit dan model iklim untuk menilai bagaimana es laut Arktik berubah.
Mereka menemukan bahwa penurunan es laut sebagian besar disebabkan oleh polusi pemanasan planet yang disebabkan oleh manusia, dan model sebelumnya telah meremehkan tren pencairan es laut Arktik.
“Kami terkejut menemukan bahwa Arktik bebas es akan ada di musim panas terlepas dari upaya kami untuk mengurangi emisi, yang tidak diharapkan,” terang Seung-Ki Min, penulis utama studi dan profesor di Universitas Sains dan Teknologi Pohang di Korea Selatan, kepada CNN.
Es Arktik menumpuk selama musim dingin dan kemudian mencair di musim panas, biasanya mencapai level terendahnya pada September mendatang, sebelum siklusnya dimulai lagi.