Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tetap menahan ekspektasi. Dia mengatakan kepada The Wall Street Journal pada pekan lalu bahwa dia yakin serangan balasan akan berhasil tetapi tidak yakin berapa lama waktu yang dibutuhkan, terutama tanpa jet tempur barat yang canggih. Ukraina akan segera memulai pelatihan F-16 dan pesawat tempur generasi keempat lainnya di Eropa, tetapi bisa memakan waktu berbulan-bulan sebelum pesawat itu ada di negara tersebut.
“Semua orang tahu betul bahwa setiap serangan balasan di dunia tanpa kendali di langit sangat berbahaya,” terangnya.
“Bayangkan apa yang dirasakan seorang militer, mengetahui dia tidak memiliki 'atap' dan dia tidak dapat memahami bagaimana negara tetangga memilikinya,” lanjutnya.
Di sisi lain, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley juga mengatakan kepada CNN bahwa dia yakin Ukraina “sangat siap” untuk serangan itu. Namun, dia menambahkan terlalu dini untuk mengatakan hasil apa yang akan terjadi.
(Susi Susanti)