Hubungan Diplomatik Majapahit dengan Kekaisaran Cina saat Huru-hara Dinasti Yuan

Avirista Midaada, Jurnalis
Sabtu 10 Juni 2023 05:23 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

HUBUNGAN diplomatik Kerajaan Majapahit kembali terjalin semasa raja Hayam Wuruk bertahta. Padahal, sebelumnya huru hara yang muncul ketika Kerajaan Majapahit berdiri di bawah Raden Wijaya.

Kala itu Raden Wijaya memanfaatkan kekuatan pasukan Cina menyerang kembali Kerajaan Kediri untuk membebaskan sejumlah anak Kertanagara, raja Singasari.

Setelah hampir tiga raja bertahta yakni Raden Wijaya, Jayanagara, hingga Tribhuwana Tunggadewi, hubungan diplomatik dengan Kekaisaran Cina dijalin kembali. Konon Hayam Wuruk memerintahkan seorang utusan untuk menuju Cina pada tahun 1368 Masehi.

Prof. Slamet Muljana pada "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit" menyebut utusan itu juga membawa upeti bagi kaisar Dinasti Yuan. Pada waktu itu di negeri Cina sedang timbul hara-huru, yang mengakibatkan jatuhnya pemerintahan Dinasti Yuan.

Seorang anak petani bernama Tsu Yuan Tsiang yang waktu mudanya menjadi pendeta Budha, pada tahun 1358 berhasil menguasai Nanking dan beberapa daerah di Cina Selatan.

Ia bertekad meletakkan kependetaannya untuk memimpin tentara pemberontakan, ketika asramanya dirusak oleh tentara Dinasti Yuan. Dari Nanking Tsu Yuan Tsiang bergerak ke utara menuju Peking dan berhasil mengusir Kaisar pada tahun 1368.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya