Robialsyah yang mengetahui temannya itu sudah tewas, lalu menyeret tubuhnya dan dibuang ke aliran anak sungai. Lalu ia kabur kembali ke Muara Enim menggunakan motor milik korban.
"Motor korban juga dijual oleh pelaku, hingga akhirnya petugas yang melakukan penyelidikan berhasil menangkap yang bersangkutan," katanya.
Sementara itu, Robialsyah, mengaku sakit hati dan tersinggung dengan ucapan korban. Apalagi ia merasa dipermainkan mengenai handphone yang rencananya akan dijual kekepada korban.
"Korban sudah sepakat mau membeli HP saya seharga Rp1,5 juta. Tapi kemudian tidak ada kejelasan soal pembayarannya," katanya.
Kemudian, saat berada di Prabumulih ia juga terlibat cekcok dengan korban hingga membuatnya kesal hingga terjadilah pembunuhan tersebut.
"Korban marah sampai membuat saya kesal serta sakit hati, saya juga curiga korban akan menyerang saya karena ia sudah membawa pisau," ungkap tersangka.
(Nanda Aria)