JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono meminta jajarannya untuk tidak terlalu khawatir terkait julukan Dwi fungsi di tubuh TNI. Sebab, kata dia, TNI bukan lagi Dwi fungsi, melainkan multi fungsi.
Hal tersebut dikatakan Yudo saat memberi arahan kepada perwira tinggi yang baru saja mendapat kenaikan pangkat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.
"TNI bukan dwi fungsi lagi. Sekarang ini sudah multi fungsi mulai dari gempa, bahkan sampai menahan hujan. TNI sudah jadi dukun hujan. Ayo nek (bila/jika) ada hujan deras ataupun kabut siapa yang bisa disambati (dimintai tolong/bantuan)?," ujar Yudo dikutip Senin (19/6/2023).
Tak hanya itu, lanjut Yudo, multi fungsi TNI juga terlihat di titik-titik bencana yang selalu ada di masyarakat. Seperti banjir, kekeringan hingga kekurangan air bersih.
"Waktu PAM di Labuan Bajo sampai dikirim 20 ton. 10 ton pertama kurang tambah lagi 20 ton. Tolong bapak Panglima.Tolong bapak Panglima" ujar Panglima dengan logat Jawanya," imbuhnya.
Yudo menambahkan, TNI juga menjadi salah satu garda terdepan tatkala Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Namun, sekaligus menjadi garda terdepan menjaga kedaulatan NKRI.
"Sopo sing wani (siapa yang berani) menyelesaikan di Natuna ? Sopo sing wani (siapa yang berani) menyelesaikan Wisma Atlet ? Yaa TNI," tuturnya.
Oleh sebab itu, lanjut Yudo, Ia meminta prajurit TNI untuk tak segan-segan menjawab multi fungsi TNI. Sebab, multi fungsi ini juga telah berdampak nyata bagi masyarakat.
"Jadi yen (bila/jika) ditanya dwi fungsi gak usah takut, jawab saja sekarang TNI ini bukan dwi fungsi tapi multi fungsi," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)