Saat Hatta datang ke kamar perawatan, Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan sakit. Dia menghampiri pembaringan Bung Karno dengan hati-hati, tanpa bisa menyembunyikan kesedihannya.
Menyadari kehadiran Hatta, Soekarno pun membuka matanya dengan menahan sakit dan menyapanya. Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar, karena tidak ingin sahabatnya itu tahu bahwa dia sedang bersedih.
Sambil sedikit tersenyum menghibur Hatta hanya bisa menjawab dengan menanyakan kondisi Soekarno.
Hatta menyapanya dengan “No”, sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Ia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.
Hoe gaat het met jou? (Bagaimana keadaanmu?)” ucap Soekarno.
Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Air matanya juga tumpah. Ia ikut menangis.