Buka SOMTC, Kapolri Tekankan Kerja Sama Penegakan Hukum Kejahatan Transnasional

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Selasa 20 Juni 2023 16:35 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: dok Polri)
Share :

YOGYAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka kegiatan ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Leaders di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 20 Juni 2023.

SOMTC merupakan forum pejabat tinggi yang bertanggung jawab mencegah kejahatan transnasional di wilayah ASEAN yang diadakan setiap tahun sebelum AMMTC. SOMTC bertugas untuk menginisiasi rencana, melaksanakan strategi, membuat program dan kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan kejahatan transnasional serta meningkatkan kerja sama dengan mitra dialog ASEAN dan semua pemangku kepentingan.

"Baru saja saya selaku Kapolri membuka kegiatan SOMTC yang ke 23 dimana Indonesia menjadi ketua di dalam kegiatan SOMTC kali ini. Ini juga sejalan dengan Indonesia sebagai keketuaan ASEAN yang ditindaklanjuti dengan pertemuan menteri-menteri termasuk juga kepala kepolisian," kata Sigit.

Sigit memaparkan, Indonesia nantinya juga akan melaksanakan kegiatan pertemuan kepala kepolisian yang akan dilaksanakan di Labuan Bajo. Menurutnya, Indonesia juga akan menjadi keketuaan dalam kegiatan tersebut.

"Di dalam kegiatan SOMTC kali ini dihadiri oleh 10 Negara ASEAN dan ada tambahan satu observer dari Timor Leste dan ada negara-negara mitra dialog seperti dari Jepang, Korsel, Australia, Kanada, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain," ujar Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menekankan bahwa, pentingnya terjalin kerja sama antar-negara dalam penegakan hukum transnational crime atau kejahatan transnasional.

"Dimana kegiatan SOMTC kali ini adalah pertemuan penegak hukum untuk memberantas dan membicarakan kerja sama serta melakukan upaya penegakan hukum terhadap kejahatan transnational crime," ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit mengungkapkan bahwa, Indonesia terus fokus untuk memberangus segala bentuk tindak kejahatan transnational crime. Seperti, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), narkotika hingga terorisme.

"Ada beberapa kejahatan transnational crime yang tentunya menjadi perhatian bersama, khususnya di Negara ASEAN dan juga perhatian negara mitra dialog. Beberapa kasus tersebut antara lain kasus terorisme, narkoba, dan utamanya yang menjadi sorotan adalah masalah kejahatan TPPO," papar Sigit.

"Dimana di dalam pertemuan KTT ASEAN kemarin, ini juga menjadi penekanan Bapak Presiden terkait pemberantasan TPPO," tambahnya

Sigit menyatakan, diharapkan dengan kegiatan SOMTC ini dapat melahirkan keputusan teknis yang bersifat operasional, khususnya dalam hal upaya penegakan hukum, baik dalam hubungan police to police hingga Mutual Legal Assistance (MLA). Sehingga, kebijakan atau kegiatan tersebut bisa lebih dioperasionalkan.

"Sehingga rumusan-rumusan yang didapatkan dalam SOMTC nanti kemudian nanti akan kita tandatangani pada saat pertemuan tingkat tinggi / high AMMTC di Labuan Bajo. Sehingga kemudian bisa menjadi keputusan bersama atau deklarasi Bajo," tutur Sigit.

Sementara itu, kata Sigit, dalam kegiatan AMMTC nanti diharapkan seluruh negara yang terkait dapat meningkatkan kerja sama dalam menghadapi kejahatan transnational crime semakin maksimal.

"Sehingga pengejaran para pelaku tindak pidana yang kabur ke luar negeri itu bisa dilakukan penangkapan, setelah kita bicara secara lebih detail terkait dengan kebijakan dan kerja sama operasional yang ada," kata Sigit.

Khusus TPPO, Sigit menyebut, dengan adanya SOMTC dan AMMTC, diharapkan kedepannya dapat lebih memaksimalkan dalam rangka pemberantasan praktik tindak pidana perdagangan manusia.

"Harapan kita ini juga tentunya kedepan akan menekan jumlah tindak pidana perdagangan orang dan akan memaksimalkan penangkapan para pelaku TPPO serta upaya kita untuk menyelamatkan saksi dan korban yang ada di luar negeri untuk bisa dibawa kembali ke Indonesia," tutup Sigit.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya