HARI Anti-Narkoba Internasional dirayakan setiap tanggal 26 Juni. Pada peringatan itu, setiap negara akan mengumandangkan bahaya narkoba.
Di Indonesia, penyalahgunaan narkoba merupakan hal terlarang. Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba lantaran dapat berdampak buruk bagi pemakainya.
Berikut dampak buruk dari mengonsumsi narkoba, sebagaimana dirangkum pada Senin (26/6/2023).
Bahaya narkoba bervariasi tergantung pada jenis obat yang digunakan, lama penggunaan, dan banyak faktor lainnya. Satu hal yang cukup sama dari semua perbedaan itu adalah narkoba memengaruhi pengguna bahkan merusak orang sekitar.
Dilansir dari Luxury Rehabs, ada beberapa bahaya narkoba, yaitu meningkatkan toleransi tubuh pada obat-obatan, gejala 'selalu ingin ada barang' ketika mencoba mengurangi atau berhenti, masalah kesehatan, seperti detak jantung tak teratur, tekanan darah tinggi, kerusakan paru-paru, dan kejang.
Dampak lainnya adalah cedera baik yang disengaja maupun yang disebabkan diri sendiri, overdosis, hingga kematian.
Risiko berbahaya lainnya yang mengintai pengguna narkoba ialah bagi ibu hamil, yakni bisa merusak janin di dalam tubuh dan membahayakan bayi yang baru lahir. Kemudian, pengguna narkoba akan memiliki masalah serius dengan keluarga dan orang terdekatnya.
Sementara itu, di lingkungan sosial, pengguna narkoba akan memilih abai dengan tanggung jawab pekerjaan atau sekolahnya.
Pengguna narkoba juga lebih rentan mengalami masalah kriminalitas. Di sisi lain, pengguna narkoba juga berisiko lebih besar jadi korban kekerasan.
Bahaya kecanduan narkoba itu sangat luas. Ketika seorang individu siap untuk menghadapi kecanduannya sendiri, maka dia mesti tahu risiko itu bukan hanya pada dirinya saja, tetapi orang sekitarnya.