Gugurnya I Gusti Ngurah Rai dalam Pertempuran Dahsyat Puputan Margarana

Awaludin, Jurnalis
Minggu 09 Juli 2023 07:02 WIB
Patung Overste (Letkol) I Gusti Ngurah Rai (foto: dok Okezone)
Share :

PASUKAN "Ciung Wenara" yang dikomandoi Overste (Letkol) I Gusti Ngurah Rai, melakukan perjalanan panjang atau dikenal long march pada 1946.

Sebelumnya, Ngurah Rai sempat meminta bantuan senjata ke Jawa pada April di tahun yang sama. Alih-alih mendapat yang diinginkan, Markas Besar Tentara memutuskan mengirim pasukan bantuan dari Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).

Sekembalinya ke Bali, Ngurah Rai mengerahkan pasukannya untuk long march ke bagian timur Pulau Dewata itu, demi mengalihkan perhatian Belanda, sekaligus memudahkan kontak dengan Pulau Jawa.

Tentu perjalanan mereka dari Munduk Malang ke Karangasem, tak semulus yang diinginkan. Sejumlah insiden kontak senjata kerap terjadi dengan pasukan NICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie), maupun Brigade Gajah Merah. Kontak senjata terbesar sempat terjadi di Tanah Aron, Karangasem dengan pasukan Belanda pada 9 Juli 1946.

Seperti dikutip dalam ‘Jurnal Sejarah: Pemikiran, Rekonstruksi, Persepsi’, pasukan Ngurah Rai dengan diperkuat prajurit ALRI yang dipimpin Kapten (Laut) Markadi, menang telak dengan menewaskan 82 tentara NICA dan tak satu pun dari prajuritnya kehilangan nyawa.

Tak lama, pasukan Ngurah Rai melanjutkan long march mereka ke Desa Marga, Tabanan. Kegemilangan pasukannya juga berlanjut setelah mendapat tambahan senjata, usai melucuti Polisi Belanda di Kota Tabanan pada 18 November 1946.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya