Skandal Perselingkuhan Tamperan Raja Sunda Hingga Lahirkan Anak

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 09 Juli 2023 07:44 WIB
Share :

Perang besar sesama trah Wretikandayun itu berakhir dilerai Raja Resi Demunawan dari Saunggalah melalui Perjanjian Galuh (739), yang menghasilkan keputusan bahwa Galuh diserahkan pada Manarah dan Sunda pada Banga. Perjanjian tersebut pula menetapkan bahwa Banga menjadi raja bawahan.

Sekalipun kurang berkenan, namun Banga tetap menerima kedudukan itu. Untuk memerteguh Perjanjian Galuh, Manarah dan Banga dijodohkan dengan kedua cicit Demunawan. Manarah yang menjadi Raja Galuh bergelar Prabu Jayaprakosa Mandaleswara.

Salakabuana itu dinikahkan dengan Kancanawangi. Sementara Banga yang menjabat sebagai raja Sunda bergelar Prabu Kretabuana Yasawiguna Aji Mulya itu dinikahkan dengan Kancanasari. Dari perkawinannya dengan Kancanasari, Banga memiliki putra bernama Rakryan Medang yang kelak menjabat sebagai raja Sunda bergelar Prabu Hulukujang (766-783).

Karena anaknya perempuan, Rakryan Medang mewariskan kekuasaannya pada Rakryan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) menantunya yang berkuasa di Sunda pada 783-795. Karena Rakryan Hujungkulon hanya memiliki anak perempuan, maka kekuasaan Sunda jatuh ke Rakryan Diwus (Prabu Pucukbhumi Dharmeswara) menantunya yang berkuasa pada 795-819.

Dari Rakryan Diwus, kekuasaan Sunda jatuh ke Rakryan Wuwus putranya yang menikah dengan putri Welengan (Raja Galuh, 806-813). Kekuasaan Galuh kemudian jatuh pada Rakryan Wuwus saat Prabu Linggabhumi saudara iparnya mangkat. Selama menjabat sebagai raja Sunda, Rakryan Wuwus bergelar Prabu Gajahkulon.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya