TANGERANG - Seorang wanita berinisial TM (20) yang tengah hamil muda, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh suaminya, B (35) di perumahan Serpong Park Cluster Diamond, Kota Tangerang Selatan. Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut, TM mengalami luka di sekitar bagian wajahnya.
TM pun sempat melaporkan kejadian ini ke Polres Kota Tangerang Selatan. Namun, pelaku tidak ditahan lantaran diduga polisi menilai itu penganiayaan tergolong penganiayaan ringan atau tipiring.
Salah satu tetangga, Zaki mengatakan peristiwa KDRT itu terjadi pada Rabu, 12 Juli 2023, dini hari. Saat itu dirinya dihampiri oleh ketua RW setempat terkait peristiwa tersebut.
"Kata Pak RW ada penganiayaan, pas saya datang memang sudah babak belur itu ada satu orang perempuan pingsan dan berdarah darah, kuping berdarah, mulut berdarah, muka bengkak," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis, (13/7/2023).
Warga yang datang pun sempat ingin menghentikan penganiayaan tersebut. Namun, kata Zaki warga malah diserang oleh BD.
BD dan TM pun dibawa ke rumah RT setempat untuk dimediasi. Tak lama kemudian, ayah korban datang. Setelah itu, ditemani oleh warga BD dan TM dibawa ke polisi.
"Dimintai keteranganlah, si suami sudah dimintai keterangan terus orang tua korban sudah dimintai keterangan, kami dari pengurus RW pun dipersilahkan pulang tapi si bapaknya korban ini tidak mau ditinggalkan sendiri, akhirnya di kepala keamanan kluster suruh kesana nemenin dia," jelasnya.
Kata Zaki, BD dan TM pun dimintai keterangan lagi. Sang ayah korban lalu kembali ke perumahan korban untuk memberi tahu soal upaya hukum yang dilakukan.
Tenyata, polisi diduga melepaskan pelukannya. Zaki pun seakan tak percaya, sebab penganiayaan yang dialami TM sangat memperihatinkan. TM mengalami luka lebab di wajahnya, hidung, bibir dan kuping mengeluarkan darah.
"Kata orang dikantor (polisi) ini enggak bisa ditangani karena Tipiring, tindak pidana ringan. Masih penganiayaan ringan katanya gitu, padahal kalau berdasarkan visum poto-poto video rekaman warga dan suara yang merekam CCTV itu memang dahsyat mas, teriak-teriak," ungkap Zaki.