Soal Baliho Dicopot Tentara, Ganjar: Tak Boleh Tersinggung

Achmad Al Fiqri, Jurnalis
Rabu 19 Juli 2023 16:53 WIB
Ganjar Pranowo (Foto: Achmad Al Fiqri)
Share :

JAKARTA - Bakal Calon Presiden (Bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo meminta relawan untuk tak tersinggung bila ada baliho bergambarnya dicopot pihak tertentu. Pernyataan itu, sekaligus merespons pencopotan baliho oleh TNI di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu.

Hal itu Ganjar sampaikan dalam acara Silaturahmi 1 Muharram 1445 Hijriyah relawan Ganjar Pranowo di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta Pusat. Di hadapan para relawannya, Ganjar Pranowo mengaku tidak mempermasalahkan pencopot baliho tersebut.

Bahkan, pria yang aktif sebagai Gubernur Jawa tengah itu, mempersilakan baliho bergambar dirinya untuk dicopot jika ternyata tidak sesuai dengan aturan. "Kemarin saya ditanya, Pak Ganjar bagaimana dengan baliho dicopot tentara? Tidak boleh tersinggung, kalau itu tidak benar, ngawur-awuran silahkan dicopot," ujar Ganjar saat berpidato, Rabu (19/7/2023).

Sikap itu juga ditegaskan Ganjar saat baliho bergambar dirinya juga dicopot di daerah Cilacap, Jawa Tengah. Ia mengaku mempersilakan pencopotan itu lantaran balihonya menyalahi aturan.

"Di Cilacap, ada baliho anggota DPR RI dari Gerindra, balihonya ditutup oleh baliho saya. Direkam seseorang dikirim pesan gimana Mas Ganjar kadernya seperti itu," tutur Ganjar.

"Oke Mbak copot, dalil saya buang jauh-jauh. Anda bakar pun saya ikhlas karena saya tidak pernah abu-abu," tegas Ganjar.

Oleh sebab itu, dengan adanya permasalahan tersebut, dia meminta bantuan kepada para senior untuk dibuatkan panduan ketika memasang baliho.

"Ini kita sampaikan, mohon izin senior-senior untuk kita buatkan guidance kepada kawan-kawan agar kemudian kalau memasang dipastikan yang benar," tandasnya.

Seperti diketahui, beredar video komandan TNI melakukan tindakan represif terhadap relawan bakal calon presiden (Bacapres) 2024 Ganjar Pranowo di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Dalam video tersebut, oknum prajurit TNI itu memaksa relawan untuk menurunkan baliho bergambar Bacapres dari PDIP itu.

Kapendam XII Tanjungpura, Kolonel Inf Ade Rizal membenarkan adanya penurunan baliho tersebut. Ia menyebutkan bahwa pemasangan baliho itu berada di lahan milik TNI.

Benar ada penurunan, karena pemasangan baliho Capres dipasang di lahan TNI (tanah Kodim 1013 Muara Teweh) yang berjarak kurang lebih 30 meter dari kantor Makodim 1013,” kata Ade Rizal kepada MNC Portal Indonesia, Minggu 16 Juli 2023.

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjelaskan, pencopotan baliho itu didasari atas perizinan. Ia berkata, izin pemasangan baliho itu tidak di area milik Dandim 1013/Muara Teweh.

"Izinnya awalnya tidak dipasang di situ, ternyata dipasang di situ, kita sampaikan kepada yang bersangkutan, kok dipasang di situ kan sudah jelas tentang netralitas TNI," ucap Yudo saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Senin 17 Juli 2023.

Yudo menegaskan, penurunan baliho itu didasarkan atas mekanisme yang ada. Lebih lanjut, Yudo meminta agar seluruh pihak dapat menghargai netralitas TNI.

"Kita juga menghargai, menghormati, tapi juga hargai kami bahwa sudah menyatakan TNI adalah netral, sehingga dari awal kita sampaikan kepada jajaran memulai dari saat sekarang netralitas TNI harus ditegakkan," tegas Yudo.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya