Politisasi Gajah Mada saat Hayam Wuruk Jatuh Cinta pada Dyah Pitaloka

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 24 Juli 2023 08:39 WIB
Ilustrasi Dyah Pitaloka (Foto : Istimewa)
Share :

Namun karena hasratnya untuk menyambung tali persaudaraan antara Sunda dan Majapahit yang telah sekian lama terputus, Linggabuana Wisesa menerima permintaan Gajah Mada. Sesudah Linggabuana Wisesa menyetujui permintaan Gajah Mada tersebut hingga akhirnya rombongan pelamar dari Majapahit kembali ke negerinya.

Demikianlah intervensi Patih Amangkubhumi Gajah Mada ketika Hayam Wuruk meminang Dyah Pitaloka Citraresmi dari Prabu Maharaja Linggabuana Wisesa, sang raja Sunda. Sehingga bisa disebutkan kemudian bahwa realisasi Sumpah Palapa Gajah Mada menggunakan cara yang tidak manusiawi.

Maka tidak aneh bila realisasi Sumpah Palapa Gajah Mada tersebut kelak berakhir dengan tragis. Di mana ketika Sunda tidak sepakat untuk menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai tanda takluk Sunda pada Majapahit, timbullah Perang Bubat. Perang yang menewaskan Linggabuana Wisesa beserta rombongannya dan Dyah Pitaloka sendiri.

Bahkan Perang Bubat yang merupakan efek buruk dari realisasi Sumpah Palapa tersebut menjadi senjata makan tuan bagi Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada. Karena perang antara pasukan Sunda dan pasukan Majapahit di lapangan Bubat tersebut menjadi penyebab Hayam Wuruk menjauhkan Gajah Mada dari kancah politik di lingkup istana Majapahit.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya