Kronologi Pria Diduga Jadi Korban Penipuan Lamaran Kerja hingga Ditolong Ojol

Jonathan Simanjuntak, Jurnalis
Jum'at 28 Juli 2023 17:15 WIB
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Share :

BEKASI - Aksi penipuan bermodus lamaran kerja menimpa seseorang bernama Gira. Aksi penipuan itu diduga berjalan pada sebuah ruko yang bertempat di kawasan Galaxy, Bekasi Selatan.

Gira menceritakan peristiwa ini dialaminya pada Selasa 25 Juli 2023 silam. Saat itu, Gira berangkat menuju ruko karena mendapatkan undangan untuk proses interview kerja dan psikotest.

“Karena saya niat ingin kerja, saya datang lah pagi,” kata Gira kepada wartawan, Jumat (28/7/2023).

Menurutnya, tidak ada proses psikotest yang ia lakukan selama hadir di sana, proses interview pun menurutnya tidak berjalan seperti sediakala. Ia pun mulai curiga dengan proses tersebut.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan, dirinya justru diminta untuk menyetorkan Rp1,6 juta yang diklaim untuk pelatihan karyawan. Padahal, dalam situs yang dibukanya, tidak ada pungutan biaya yang dibebankan.

“Aku alibi dengan dalih baru ada uangnya besok atau lusa. Tapi si HRDnya bilang bisa cicil soalnya kalau misalnya enggak melakukan pembayaran hari ini nanti posisi bisa tergantikan,” ujarnya.

Gira pun akhirnya menyetorkan duit sebesar Rp350 ribu. Petaka justru tak selesai di sana, Gira kembali diminta untuk naik ke lantai tiga untuk bertemu dengan sosok yang disebut bos.

Saat diwawancara, Gira kembali curiga saat diminta untuk menandatangani sejumlah surat. Beruntungnya, ia mengaku membaca detail setiap poin dari surat kontrak tersebut.

Ia diminta untuk menuntaskan pembayaran Rp1,6 juta yang ditawarkan sebelumnya. Bahkan, Gira juga mengaku diminta untuk meminjamkan sejumlah duit kepada orang-orang terdekatnya.

Meski terus ditahan, Gira pun membulatkan tekadnya untuk kabur dari ruko tersebut. Ia memesan ojek online dan meminta bantuan untuk membawanya kabur dari lokasi tersebut.

“Setelah sopir ojeknya ngabarin sudah di depan (ruko), akhirnya saya turun buru-buru sambil bilang saya mau ke kamar mandi,” tutup dia.

Terkait peristiwa ini, Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Jupriono mengaku belum mendapatkan laporan dari korban. Kendati demikian, ia mengaku akan mengundang pengurus dari perusahaan tersebut.

“Akan diundang berkaitan dengan izin, Diundang juga di Satpol PP Kota Bekasi,” tuturnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya