Kisah Mpu Nala Jadi Panglima Perang Majapahit, Perkuat Angkatan Laut

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 29 Juli 2023 07:01 WIB
Ilustrasi kapal perang (Foto: Istimewa/Okezone)
Share :

JAKARTA – Nama Mpu Nala sebagai Panglima Perang Majapahit disebut dalam lima sumber sejarah. Yaitu Kakawin Nagarakṛtagama atau Decawarṇana, Prasasti Prapancasarapura, Prasasti Batur, Prasasti Bendasari, dan Prasasti Sekar.

Mpu Lembu Nala atau Laksamana Nala adalah Panglima Angkatan Laut Majapahit yang menjabat sejak Majapahit di bawah kekuasaan Tribhuwana Tunggadewi hingga Hayam Wuruk. Panglima Perang itu disebut Rakryan Tumenggung.

Kala itu, Mahapatih Gajah Mada menyadari bahwa untuk menyatukan pulau-pulau di Nusantara tidak bisa dilakukan melalui jalur darat akan tetapi harus dilakukan melalui ekspedisi maritim.

Majapahit diketahui sudah memiliki angkatan laut dengan kapal perang bekas tentara Mongol yang dikirim oleh Kubilai Khan untuk menaklukkan Jawa pada saat pemerintahan Kertanegara. Namun, angkatan laut yang dimiliki saat itu masih lemah.

Oleh karena itu, ia meminta bantuan dari Laksamana Nala untuk memperkuat angkatan laut Majapahit, perbaikan kualitas kapal perang Majapahit.

Ia diangkat secara resmi oleh Rajaputri Tribhuwana Tunggadewi sebagai panglima angkatan laut Majapahit. Laksamana Nala lalu banyak menghabiskan waktunya di pangkalan militer angkatan laut, yaitu di Pelabuhan Ujung Galuh, kini pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sebagai seseorang yang lahir dan dibesarkan di daerah pesisir, dunia kemaritiman bukanlah suatu hal yang asing baginya. Ia mempelajari konstruksi kapal perang peninggalan tentara Mongol.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya