Pertemuan Rahasia Gayatri dan Gajah Mada: Susun Rencana Pembunuhan Raja Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 01 Agustus 2023 07:32 WIB
Ilustrasi (Foto : Istimewa)
Share :

KECANTIKAN dua putri Raden Wijaya penguasa Kerajaan Majapahit dan Gayatri membuat banyak laki-laki terpesona. Tak ayal sepeninggal Raden Wijaya dan kedua putri Gayatri mulai tumbuh dewasa, banyak calon peminang yang mengajukan diri menikahi Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Dyah Wiyat atau Rajadewi Maharajasa.

Bahkan konon para calon pelamar kedua putri cantik Gayatri datang dari negeri seberang. Mereka jauh-jauh datang dari negeri Jiran untuk melamar Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Dyah Wiyat.

Gayatri tidak terkejut manakala raja memanggilnya untuk membahas nasib kedua saudara tirinya. Bagaimanapun, perkawinan antar-anggota kerajaan adalah perkara orangtua maupun pemerintah karena bisa menjadi landasan bagi aliansi politik baru.

Earl Drake dalam "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit", mengisahkan bagaimana awalnya Gayatri menduga Jayanagara akan mendukung gagasan menikahkan putri bungsunya dengan Pangeran muda Wengker, bukan karena sang raja peduli bahwa sang putri tengah jatuh cinta kepada si pangeran muda, melainkan karena si peminang adalah Putra Mahkota di negerinya sendiri, sehingga besar kemungkinannya negeri tersebut akan bergabung dalam Federasi Majapahit pada waktu yang tepat.

Tetapi Gayatri lebih terkejutnya lagi dengan upaya Jayanagara yang membuat keputusan kontroversial. Jayanagara yang notabene anak Raden Wijaya hasil pernikahannya dengan Dara Petak, putri Raja Melayu, atau saudara tiri dari Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Dyah Wiyat menyampaikan maksud untuk menikahi kedua saudaranya tersebut.

Sontak saja gagasan yang keluar dari mulut sang raja ternyata sangat menjijikkan dan sama sekali bertolak belakang dari harapan Gayatri, sampai-sampai ia terkejut luar biasa. Gayatri murka luar biasa sampai-sampai luapan emosinya meledak tak terkendali.

Ia pun memaki Jayanagara yang masih bersaudara dengan anaknya. Bahkan Jayanagara memanggil Gayatri dengan sapaan ibu suri. Dengan tegas Gayatri tak mengizinkan Jayanagara menikahi keduanya. Ia pun menyampaikan "tak akan ku izinkan putriku menikah denganmu tanpa kau langkahi dulu mayatku!".

Kabar itu pun Gayatri diskusikan dengan Gajah Mada. Ternyata Gajah Mada menerima informasi itu dengan baik, sang kepala pengamanan istana ini juga melihat pasca Jayanagara menjadi raja, ia selalu menggunakan kekerasan demi menyisihkan segala rintangan.

Gajah Mada menganggap, Jayanagara tak mengenal cara lain selain kekerasan. Gajah Mada dan Gayatri sepakat tak ada cara lain selain upaya menghentikan langkah Jayanagara.

Setelah pertemuan itu, berulangkali Gayatri mencoba mengusir rasa bersalahnya, dengan berkata dalam hati bahwa ia tidak secara gamblang memerintahkan agar raja yang juga anak tirinya itu dibunuh.

Tetapi keputusan ini keputusan Gajah Mada sendiri. Namun, dalam hati kecilnya, ia tahu ia telah berdusta, Gayatri sendiri sebenarnya juga menghendaki agar Jayanagara bisa disingkirkan demi keselamatan anaknya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya