JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Firman Shantyabudi mengklaim, tidak ada lagi pembayaran dengan uang cash di setiap tempat pembuatan uji SIM. Termasuk, di Satpasim Daan Mogot, Jakarta Barat.
"Sebagai informasi kepada kawan-kawan juga bahwa untuk ujian SIM biaya seluruhnya melakukan pembayaran melalui bank artinya enggak ada lagi uang cash di sini," ujar Firman.
Firman menambahkan, bilamana terjadi pembayaran secara cash, bisa dipastikan hal tersebut akan masuk ke kantong pribadi petugas bukan masuk ke cash negara.
"Jangan anggota saya di iming-imingi dengan memberikan sesuatu untuk lulus, kasihan nanti mentalnya rusak kalau diiming-imingi," imbuhnya.
"Kalaupun ada berarti uangnya petugas pribadi itu buat pulang barangkali atau buat beli makan di kantin," sambungnya.
Oleh karena itu, Firman menuturkan, Ia meminta masyarakat untuk tidak tergiur dengan upaya-upaya percaloan di lingkungan pembuatan SIM. Sebab, semua hal dalam pembuatan SIM mudah untuk dipelajari.
"Jangan ada yang mau lulus dengan membayar tapi mau lulus perbanyaklah latihan baik teori maupun praktek ya," pungkasnya.
Diketahui, Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpasim) Polda Metro Jaya di jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat resmi merombak lintasan ujian praktik sepeda motor.
Lintasan yang dulunya menggunakan trek zig-zag hingga angka 8 kini berubah seperti lintas balap MotoGP. Lintasan tersebut, kini hanya menggunakan letter S sebagai tantangannya.
"Kita menerima masukan dari masyarakat bahwa ujian dengan metode angka 8 dirasakan cukup menyulitkan," ujar Firman Shantyabudi.
(Awaludin)