Dugaan Pelecehan Seksual Miss Universe Indonesia, Perindo: Catatan Buruk Dunia Kecantikan, Hukum Berat Pelaku!

Dimas Choirul, Jurnalis
Kamis 10 Agustus 2023 14:45 WIB
Perindo Kecam Dugaan Pelecehan Seksual Miss Universe Indonesia/Ilustrasi: Freepik
Share :

JAKARTA - Juru Bicara Nasional DPP Partai Perindo Ike Julies Tiati atau Ike Suharjo, prihatin atas kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa finalis Miss Universe Indonesia. Di mana sebelumnya, dugaan pelecehan tersebut viral di media sosial dan membuat heboh di masyarakat.

"Ini menjadi catatan buruk yang telah mencoreng nama dunia kecantikan dan modeling di Indonesia," kata Ike kepada wartawan, Kamis (10/8/2023).

"Saya sebagai perempuan merasa sakit dan syok setalah melihat dan mendengar kabar terjadinya kasus pelecehan seksual di ajang Miss Universe Indonesia," sambungnya,

Ike -- yang juga merupakan Bacaleg DPR RI Dapil Sumatera Selatan 2 (Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Prabumulih, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Lahat, dan Empat Lawang) itu- meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menghukum berat pelaku.

Masih kata Ike, pihak kepolisian juga harus memanggil semua pihak yang bertanggung jawab dan yang terlibat pada saat terjadinya kasus pelecehan seksual, termasuk pihak penyelenggara.

"Selain itu, penyelenggara harus melakuan evaluasi secara menyeluruh agar dalam penyelenggaraan ke depannya tidak ada kejadian serupa. Seperti, finalis diminta untuk telanjang lalu kemudian difoto itu tujuannya apa. Hal ini jelas melanggar etika, dan budaya bangsa Indonesia," tuturnya.

Oleh karena itu, Partai Perindo mengimbau kepada masyarakat yang mendengar dan melihat langsung terjadinya pelecehan seksual untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

"Karena, pelecehan seksual tentunya dapat memberikan trauma kepada korban. Sehingga, butuh kepekaan orang sekitar agar setiap kejadian pelecehan seksual dapat segera di laporkan. Karena, banyak juga korban yang tidak berani melapor karena merasa takut dan mengalami trauma," pungkasnya.

Sebelumnya, pihak penyelenggara Miss Universe 2023 dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual terhadap peserta, salah satunya PKN alias Natasha.

Pelecehan terjadi saat body checking yang seharusnya tidak ada pada agenda peserta. Mellisa Anggraeni selaku kuasa hukum Natasha mengatakan, dugaan pelecehan terjadi pada 1 Agustus 2023 di sebuah hotel wilayah Jakarta Pusat.

“Tiba-tiba dilakukan body checking terhadap kontestan di luar agenda resmi. Di luar ekspektasi, di luar pengetahuan dari masing-masing kontestan," ujar Melissa di Polda Metro Jaya, Selasa (8/8/2023).

Saat body checking para peserta difoto telanjang. Tindakan tersebut melukai martabat perempuan termasuk peserta Miss Universe 2023.

“Di mana-mana orang kalau mau body checking dikasih tahu dong. Tapi, tidak pernah ada. Tidak dilakukan dengan proper, disembarang tempat, di tempat tidak private, bahkan ada lawan jenis,” katanya.

“Ini membuat para kontestan merasa terlecehkan, merasa tidak nyaman. Merasa sakit karena value tidak dihargai sebagai perempuan, sehingga terkait hal itu kita laporkan dan korban ingin mendapatkan keadilan dari si pelaku,” tambahnya.

Terkait yang dilampirkan, Melissa mengatakan terdapat dokumen surat, foto, serta video. “Kami juga cukup terkaget-kaget ketika melihat foto-foto yang diambil oleh mereka,” ucapnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya