PKI Pernah Jadi Primadona pada Pemilu 1955

Avirista Midaada, Jurnalis
Kamis 10 Agustus 2023 06:17 WIB
Ilustrasi (Foto : Antara)
Share :

PEMILU 1955, Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi primadona baru bagi masyarakat Malang. Sejumlah mobilisasi dan pertemuan massal PKI dilakukan di Malang, dihadiri ratusan ribu simpatisan.

Rapat-rapat akbar itu tentu jauh sebelum peristiwa kekejaman PKI di malam 30 September 1965, atau yang dikenal dengan gerakan G30 S PKI.

Beberapa waktu silam, Sejarawan Malang Faishal Hilmy Maulida mengungkapkan, momen bersejarah melonjaknya PKI terjadi di sekitar tahun 1955 di Malang. Kala itu Pemilu 1955 mau digelar sehingga secara masif PKI mengadakan berkali-kali rapat akbar.

"Pertemuan akbar di Malang itu klaimnya harian rakyat di alun-alun kurang lebih 200 ribu hadir, dihadiri oleh anggota PKI komunis Australia," ucap Faishal Hilmy Maulida kepada MNC Portal.

Menariknya, saat itu sempat terjadi ketegangan antara pimpinan PKI DN Aidit dengan pimpinan Partai Masyumi Hasan Aidid di Malang.

"Sempat terjadi kericuhan rombongan Hasan Aidid dari Masyumi Surabaya, bertemu rombongan DN Aidit karena mereka beradu makian, dan ini kejadian yang menarik dan kejadian besar saat itu, karena memang suasananya menjelang pungutan suara tahun 1955," tutur dosen Sejarah di Binus University Malang ini.

Tapi saat itu disebut Faishal, media memberitakan kronologi penyebab yang berbeda. Bila media yang terafiliasi PKI menyebut Hasan Aidid-lah yang menjadi penyebabnya lantaran sengaja datang merusak rapat akbar PKI di Malang. Tetapi versi lain menyebutkan adanya provokasi yang dilakukan pimpinan PKI saat rapat akbar di Malang.

Menurut Faishal, pemimpin PKI memilih untuk menyiasati langsung turun ke masyarakat menjelang pemilihan umum. Hal ini membuat masyarakat merasa simpati dan mudah untuk direbut hatinya.

"Para pemimpin mereka mau turun langsung ke wilayah terutama menjelang pemilihan. Berikutnya tanggal 29 Oktober pemilihan DPRD di Jawa timur jadi Pimpinan partai turun langsung, Aidit ke Lumajang, Lukman ke Surabaya dan lain - lain. Aidit memberikan rapat akbar di Lumajang, Lukman ke Surabaya dan sebagainya," terangnya.

Suguhan karnaval dan pertunjukan seni membuat warga di Malang juga turut tertarik untuk mendukungnya. Selebaran-selebaran dengan logo PKI juga menjadi propaganda PKI di setiap daerah.

"Di setiap acara ada hiburan-hiburan, karnaval-karnaval agar menarik orang mencoblos partai ini. Kemudian mereka juga sangat aktif dalam menyebarkan selebaran - selebaran yang di setiap selebaran, selalu menonjolkan logo partai yang lebih besar daripada narasinya termasuk membuat karnaval-karnaval," paparnya.

Setiap karnaval PKI yang ditonjolkan adalah simbol-simbol palu arit, karena masyarakat kita masih umumnya masih buta huruf latin, jadi orang yang tahu logonya ini familiar dilihat mata ya pasti akan dicoblos.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya