Kronologi Lengkap Anggota Paskibraka Gedangsari Meninggal, Sempat Pingsan Dua kali

Erfan Erlin, Jurnalis
Sabtu 12 Agustus 2023 16:41 WIB
Anggota Paskibraka Tung Aulia Delfi Safitri meninggal dunia diduga akibat kelelahan. (Foto: Dok Ist)
Share :

DIY - Tung Aulia Delfi Safitri, anggota Paskibraka Kapanewon Gedangsari Gunungkidul meninggal dunia diduga karena kelelahan. Pelajar SMK N 2 Gedangsari itu meninggal dunia juga dipicu karena lambat ditangani di Puskesmas Bayat, Klaten Jawa Tengah.

Bayan atau Kepala Dukuh Bogem Kalurahan Bogem Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Jawa Tengah, Paiman ketika dikonfirmasi membenarkan kabar tentang korban kelelahan karena latihan paskibraka. Aulia harus menempuh perjalanan naik turun gunung untuk ke tempat latihan di Lapangan Gedangsari.

"Sebelum meninggal, almarhum izin ndak ikut latihan selama dua hari. Selasa dan Rabu. Dia juga tidak masuk sekolah karena kecapekan," kata Paiman, Sabtu (12/8/2023).

Dan di hari Rabu itu, almarhumah sudah terlihat seperti biasa. Dia bahkan ikut bermain bersama teman-temannya. Dan kebetulan hari Rabu itu, di depan rumah almarhumah dipakai untuk latihan senam rutin ibu-ibu. Latihan senam itu dilaksanakan setiap hari Rabu dengan peserta tidak hanya dari Dusun Bogem tetapi dari luar dusun.

Senam itu dimulai habis Sholat Asar dan kemudian diteruskan dengan latihan sepakbola oleh ibu-ibu PKK khusus RT 2 dusun Bogem. Latihan sepakbola ibu-ibu itu dilaksanakan untuk menghadapi pertandingan tanggal 20 di Kalurahan Bogem.

"Kebetulan besok di Kalurahan Bogem akan ada lomba sepakbola ibu-ibu mengenakan daster. makanya ibu-ibu latihan,"tambahnya.

Latihan sepakbola tersebut baru selesai menjelang adzan Magrib. Dan saat itu Aulia sempat memvideokan kegiatan ibu-ibu karena memang tidak sakit. Setelah selesai latihan sepakbola, kebetulan ada penjual mi ayam lewat dan sebagian ibu peserta latihan sepakbola kemudian makan mi ayam.

Auliapun meminta kepada orangtuanya untuk dibelikan mi ayam hingga kemudian turut menyantapnya. Selang beberapa saat kemudian, Aulia merasa pusing dan jatuh pingsan. Tak hanya sekali, Aulia pingsan dua kali hingga akhirnya pihak keluarga melarikannya ke Puskesmas Bayat.

 "Sesampainya di Puskesmas Bayat, menurut keluarga korban, di puskesmas tersebut tidak ada dokter jaga, dan hanya ada beberapa perawat,"kata dia.

Mengetahui tidak ada dokter jaga, pihak keluargapun memutuskan untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun perawat dari puskesmas menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia. Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga akhirnya membawa korban kembali ke rumah menggunakan mobil ambulans puskesmas.

Namun lagi-lagi sopir ambulans dari pihak puskesmas juga tidak ada, akhirnya digantikan oleh salah seorang warga Bogem. Sampai di rumah, para tetangga kaget karena Aulia sebelumnya terlihat bugar dan tidak menunjukkan sakit sedikitpun.

"Teman-temannya juga datang dan banyak yang menangis," ujarnya.

Jenazah Aulia kemudian dimakamkan pada hari Kamis kemarin. Dan pada hari Kamis itu pula sejumlah warga yang tergabung dalam relawan pengemudi ambulans mendatangi Puskesmas Bayat untuk melakukan klarifikasi.

Para relawan ini juga menuntut kepada pihak Puskesmas untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Karena meskipun sebagai puskesmas rawat inap yang 24 jam melayani warga, namun ternyata seringkali tidak dijumpai dokter dan juga sopir mobil ambulans.

Para relawan ini menuntut agar pihak puskesmas meningkatkan pelayanannya dan dokter harus ada setiap saat. Demikian juga keberadaan sopir mobil ambulans juga harus stand by di puskesmas tersebut. Jika dibutuhkan sewaktu-waktu bisa langsung mengirimkan mobil ambulans.

Sebelumnya diberitakan, Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto ketika dikonfirmasi juga membenarkan jika ada anggota paskibraka di Gedangsari yang meninggal dunia, Rabu (9/8/2023) kemarin. Pagi hari sebelum sakit, bocah ini memang ikut latihan paskibraka.

"Iya, meninggal dunia mendadak di rumahnya karena sakit,"kata Suryanto, Kamis (11/8/2023).

Namun demikian dia membantah jika pelajar tersebut meninggal karena kelelahan latihan paskibraka. Karena porsi latihan yang diberikan oleh anggota Polsek Gedangsari tidak terlalu berat.

Suryanto menyebut jika pelajar yang meninggal ini termasuk senior. Selain ikut dalam pasukan, pelajar ini juga sering memberi arahan kepada juniornya. Namun latihan terakhir tidak ada yang berat dan tidak dilakukan seharian.

Latihan terakhir seperti biasa yaitu mulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB. Usai latihan siswa-siswa tersebut diperkenankan untuk pulang dan pelajar yang meninggal ini juga sempat bertemu dengan orangtuanya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya