Pertumpahan Darah Terjadi saat Rapat Kabinet Raja Perempuan Pertama Majapahit Bertahta

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 13 Agustus 2023 07:14 WIB
Illustrasi (foto: dok Okezone)
Share :

PERTUMPAHAN darah mengiringi ketika rapat kabinet Tribhuwana Wijayatunggadewi, penguasa perempuan di Kerajaan Majapahit. Konon saat itu usai pelantikan Gajah Mada menjadi Mahapatih Majapahit di masa raja Tribhuwana Wijayatunggadewi.

Gajah Mada baru dilantik menjadi pejabat utama pembantu raja atau setara perdana menteri dalam sistem sebuah negara. Di kala rapat besar pertamanya menjadi Mahapatih Majapahit usai dilantik.

Rapat yang diikuti para perwira tinggi dan pejabat istana lainnya sebagaimana dikutip dari "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit". Gajah Mada mengumumkan kebijakannya yang berani untuk memperluas wilayah kerajaan, yang bahkan lebih ambisius ketimbang yang pernah diajukan Kertanagara.

Saat itu Gajah Mada menyampaikan keinginan menyatukan nusantara, dari Maluku hingga Lombok, seluruh Jawa termasuk Sunda, sampai ke Sumatra dan Pahang, yang masuk wilayah Malaysia saat ini. Menurutnya, jika keinginan itu tidak terlaksana maka tidak akan dapat menikmati hidup dengan tenang.

Dalam narasi yang tercatat dalam dokumen pada waktu itu, para rekannya terkejut dan menentang rencana Gajah Mada, yang akhirnya ditanggapi dengan kekerasan. Saat rapat kabinet kala itu seluruh menteri hadir di aula sidang.

Kembar pejabat istana mengkritik dan menghina Gajah Mada, habis-habisan, Banak pun ikut-ikutan. Waktu itu, Jabu-Terewes dan Lembu-peten tertawa. Gajah Mada turun dari panggung dan memberikan penjelasan kepada sang ratu. Ratu Tribhuwana sedemikian marahnya atas kelakuan para pengkritik itu, demikian pula dengan Arya Tadah. Kesalahan Kembar amatlah besar, sehingga ia lalu dibunuh.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya