MALANG - Dugaan penganiayaan yang dialami guru olahraga SMP di Kabupaten Malang dari kepala sekolahnya, dikarenakan perekrutan pengajar baru tanpa sepengetahuan pelaku.
Abdul Rozaq, guru korban dugaan penganiayaan menyatakan, pada Maret 2023 lalu ada proses perekrutan guru, yang diduga tanpa sepengetahuan Anas Fahrudin, Kepala Sekolah SMPN 5 Singosari. Saat itu SMP Negeri 5 Satu Atap Singosari tengah mencari calon guru. Lamaran pun banyak diterima untuk mengisi posisi tersebut.
BACA JUGA:
"Saat sudah mendapatkan kandidat calon guru, selanjutnya saya bermaksud memberitahu beliau, namun tidak ada di lokasi," ucap Abdul Rozaq dikonfirmasi pada Rabu (16/8/2023).
Kemudian, Rozaq pun menghubungi calon guru yang akan diterima itu. Namun pelaku justru keberatan dan disampaikan di grup sekolah, hingga menerima tindakan kekerasan fisik dari pelaku di lingkungan sekolah. Rozaq sendiri selain jadi guru olahraga juga diketahui sebagai wakil kepala sekolah.
BACA JUGA:
"Intinya dia merasa dilangkahi dengan perekrutan itu, sampai mengajak berkelahi. Akhirnya kejadian Sabtu kemarin, saya ditendang," kata dia.
Rozaq sendiri mengaku trauma atas perbuatan Anas terhadap dirinya. Ia bahkan enggan untuk datang mengajar ke sekolah selama pelaku masih menjabat kasek.
"Saya enggak mau masuk kerja selama yang bersangkutan masih di SMP," ungkap dia.
Sementara itu, Kapolsek Singosari Kompol Ahmad Robial membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang terjadi pada Abdul Rozaq. “Betul, sudah diterima laporannya dan dalam proses pemeriksaan. Semalam langsung kita mintakan visum,” jawabnya secara singkat saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya.
Sebelumnya dugaan tindakan kekerasan fisik dari Kepala Sekolah SMPN 5 Singosari ke gurunya beredar. Korban atas nama Abdul Rozaq itu diduga ditendang dua kali oleh Anas Fahrudin, kepala sekolahnya. Dua kali tendangan ini satu kali mengenai pinggang bagian kanannya, sedangkan satunya tidak kena karena berhasil dicegah oleh teman yang lain.
Peristiwa ini dialami Abdul Rozaq saat kegiatan perkemahan di halaman sekolah SMPN 5 Singosari Malang, pada Sabtu malam (12/8/2023) sekitar pukul 21.00 WIB. Selain menerima dugaan penganiayaan fisik, korban juga menerima makian dari terduga pelaku.
(Nanda Aria)