Kisah Gajah Mada Menyatukan Nusantara, Terapkan Sanksi Mesum!

Avirista Midaada, Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2023 06:06 WIB
Gajah Mada (Foto: Ist)
Share :

GAJAH MADA langsung melancarkan strateginya untuk mewujudkan visi misi setelah mengucapkan Sumpah Amukti Palapa. Dalam visi misinya, ia ingin menyatukan Nusantara, di bawah kekuasaan Majapahit.

Kala itu, Gajah Mada resmi dilantik sebagai Mahapatih Majapahit. Ia melancarkan strategi menangani urusan dalam pemerintahan dari rumusan strategi ke luar wilayah. Pertama yang dilakukan menumpas habis seluruh pejabat yang dianggap akan menghalangi visi misinya.

Mulai Ra Kembar dan Ra Banyak yang awalnya menertawakan Sumpah Amukti Palapa Mahapatih Gajah Mada ditumpasnya. Usai menumpas pejabat Kerajaan Majapahit yang menghalangi visi misinya, strategi-strategi lain diatur untuk menuju kepada tujuan visi misi tersebut.

Strategi direalisasikan dalam sebuah kebijakan peraturan hukum. Peraturan hukum Majapahit diambil dari Kitab Hukum Kutara Manawa, kandungannya yakni ketentuan umum mengenai denda, astadusta atau delapan macam pembunuhan, kawula atau perlakuan terhadap hamba, dan astacorah atau delapan macam pencurian.

Kemudian, ada sahasa atau paksaan, adol-tuku atau jual beli, sanda atau gadai, ahutang-apihutang atau utang piutang, titipan tukon atau mahar, kawarangan atau perkawinan, dan paradara (mesum). Berikutnya, ada drewe kaliliran (warisan), wakparusya (caci maki), dan daparusya (menyakiti), kagelehan atau kelalaian, atukaran atau pertengkaran, bhumi atau tanah, serta duwilatek atau fitnah.

Hingga dilantik menjadi Mahapatih Majapahit, Gajah Mada terkenal dengan sifat kepemimpinannya dan kecerdikannya. Tak heran bila karena kebijakannya, Kerajaan Majapahit begitu disegani di seluruh Nusantara. Mahapatih ini bisa menyatukan beberapa wilayah di Nusantara, sebagai perwujudan dari Sumpah Amukti Palapa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya