JAKARTA - Pengamat politik SMRC, Saidiman Ahmad menilai narasi yang menilai PDI Perjuangan sebagai partai yang tertutup adalah tidak tepat. Ia pun membeberkan sejumlah bukti, di mana salah satu hal dasar yang membatah narasi tersebut, kendati menjadi partai pemenang Pemilu 2019, PDI Perjuangan justru merangkul Partai Gerindra masuk ke koalisi pemerintahan.
“Partai (PDI Perjuangan) inilah, yang sebenarnya merangkul Gerindra dan Prabowo Subianto masuk ke dalam koalisi pemerintahan. Padahal, mereka sebelumnya berhadapan. PDI Perjuangan merangkul lawan politik setelah mereka menang pemilu,” ujar Saidiman dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (19/8/2023).
Diketahui, selain Pileg, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra juga head to head di Pilpres 2019. Di mana PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo (Jokowi) dan Gerindra mengusung Prabowo Subianto.
“Merangkul Gerindra dan Prabowo atau tidak, tidak akan membuat posisi PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu menjadi batal,” ujarnya menambahkan.
Saidiman mengatakan, tindakan merangkul yang dilakukan Prabowo Subianto saat ini adalah dalam rangka memperluas dukungan, dan itu adalah sangat wajar jika Prabowo mencari dukungan seluas-luasnya.
“Itu bukan soal dia terbuka atau tidak, tapi memang seharusnya begitu. Sikap terbuka atau tidak, berjiwa merangkul atau tidak, bukan ditentukan di masa kampanye penggalangan massa,” ujar Saidiman.
Saidiman menilai karakter terbuka atau tertutup itu justru dibuktikan di luar masa pemilihan umum.
Selain itu, ia menjelaskan alasanya membandingkan orang dengan partai. Pertama karena banyak narasi yang muncul memang membandingkan antara Prabowo dan PDI Perjuangan. Kedua, menurutnya Prabowo punya keputusan absolut untuk partainya.
“Sementara partai merupakan suatu lembaga politik terstruktur. Walaupun partai ini punya ketua umum yang kharismatik, tapi keputusannya berasal dari kehendak kolektif partai,” ujar Saidiman.
Diketahui sebelumnya, usai kunjungan Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra menyambangi kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beberapa waktu lalu, memunculkan narasi Prabowo merupakan sosok yang terbuka dibandingkan dengan PDI Perjuangan.
PDI Perjuangan dianggap tertutup dengan partai lain, bahkan menyeleksi partai yang hendak mendekat. PDI Perjuangan juga dianggap dikucilkan partai-partai besar karena sikapnya yang tertutup.
(Angkasa Yudhistira)