Selain itu, ia menjelaskan alasanya membandingkan orang dengan partai. Pertama karena banyak narasi yang muncul memang membandingkan antara Prabowo dan PDI Perjuangan. Kedua, menurutnya Prabowo punya keputusan absolut untuk partainya.
“Sementara partai merupakan suatu lembaga politik terstruktur. Walaupun partai ini punya ketua umum yang kharismatik, tapi keputusannya berasal dari kehendak kolektif partai,” ujar Saidiman.
Diketahui sebelumnya, usai kunjungan Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra menyambangi kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beberapa waktu lalu, memunculkan narasi Prabowo merupakan sosok yang terbuka dibandingkan dengan PDI Perjuangan.
PDI Perjuangan dianggap tertutup dengan partai lain, bahkan menyeleksi partai yang hendak mendekat. PDI Perjuangan juga dianggap dikucilkan partai-partai besar karena sikapnya yang tertutup.
(Angkasa Yudhistira)