JAKARTA - Tewasnya pemuda Aceh, Imam Masykur, membuat keluarganya sangat berduka. Bahkan, usai kematian Imam, saudara Ipar korban yakni Mukhtar masih terngiang-ngiang ucapan terakhirnya sebelum diculik oknum paspampres.
"Kemarin itu ada kawan mau buka warung kopi. Itu ada ucapan terakhir dia (korban), Bang kapan bawa semua kursi itu biar saya bantu, mungkin nanti saya tak ada lagi. Nah itu yang terakhir. Istilahnya firasat begitu yah," ujar saudara Ipar Imam, Mukhtar saat dihubungi, Selasa (29/8/2023).
Menurutnya, korban mengatakan hal itu saat ada temannya yang hendak membuka sebuah warung kopi. Korban berniat membantunya lantaran dia khawatir sudah tak ada lagi. Hanya saja, saat itu dia tak mengerti maksud perkataan tak ada lagi.
"Mungkin nantinya saya tak bisa bantu lagi, itu sebelum kejadian. Seperti firasat begitu," tuturnya terngiang dengan kata-kata korban.
Ia menyebut, Imam Masykur merupakan pribadi yang baik, tak suka terlibat masalah, hingga tak terlibat kenakalan-kenakalan apapun. Imam merupakan tulang punggung keluarga. Ia mulai merantau keluar kampung halamannya sejak sekira 1,5 tahun silam.
"Korban merantau 1,5 tahun, awalnya dia jualan di Medan lalu dia pindah (ke Tangerang Selatan), kebetulan ada sepupunya di sana. Sambil berjualan lalu dia ada rezeki akhirnya dia buka warungnya sendiri, jualan kosmetik," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)