Awalnya, Desa Samudra masih sangat sepi karena masih berupa hutan, dan masih banyak dihuni oleh binatang-binatang buas, namun makin ke sini mulai banyak orang mendiami desa tersebut.
Selama berdiam di lokasi itu, masyarakat kerap melihat kabut hitam seperti asap yang berbentuk segitiga dan terlihat menyelimuti makam Pangeran Samudra yang dipercaya masih ada garis keturunan dengan Kerajaan Majapahit.
Kabut itu biasanya terlihat menjelang musim hujan atau musim kemarau. Karena itulah sampai saat ini gunung tempat lokasi makam Pangeran Samudra dikenal dengan nama Gunung Kemukus.
(Fakhrizal Fakhri )