JAKARTA - Para wali Allah dikenal memiliki karomah di setiap zamannya. Salah satunya penyebar Islam di Tanah Jawi, Sunan Kalijaga.
Kisah itu berawal saat para Wali Songo sibuk bahu-membahu membuat saka guru dari glondhongan kayu jati yang seragam ukurannya, motif atau modelnya demi mewujudkan berdirinya Masjid Agung atau Masjid Jami' Demak Bintoro.
Diketahui, hari itu adalah hari Kamis, dan keesokannya harinya adalah hari Jumat, maka Masjid Jami' akan dipakai menunaikan shalat jamaah Jumat. Namun, Sunan Kalijaga belum menampakkan batang hidungnya.
Ke manakah gerangan Sunan Kalijaga pada saat-saat penting seperti itu justru belum muncul?
Pada sore hari, Sunan Kalijaga baru menampakkan dirinya. Melihat saka guru dari para koleganya sudah rampung, maka Sunan Kalijaga berpikir keras; bagaimana caranya agar ia dapat merampungkan tugasnya? Ia tetap optimis dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
"Insyaallah, saya akan mengerjakan tugas ini dengan baik." begitu jawab Sunan Kalijaga ketika mendapat pertanyaan-pertanyaan seputar tugasnya.
Raden Patah serta para Wali Songo pun bertanya tanya dalam hati; bagaimanakah cara Sunan Kalijaga menyelesaikan tugasnya? Sunan Kalijaga lalu berjalan-jalan di area masjid sambil melihat-lihat keadaan sekitarnya.