Miris! Warga Sukabumi Puluhan Tahun Krisis Air Bersih, Andalkan Air di Musala

Dharmawan Hadi, Jurnalis
Senin 04 September 2023 20:27 WIB
Krisis air bersih di Sukabumi/Foto: Dharmawan Hadi
Share :

 

SUKABUMI - Puluhan tahun warga Kampung Gunungbatu RT 02/04, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, mengalami krisis air bersih. Untuk memasak dan minum mereka terpaksa harus membeli air minum dalam kemasan isi ulang di botol galon.

Sumur yang dimiliki oleh warga, kualitas airnya menguning karena banyak mengandung zat besi. Terlebih lagi, pada musim kemarau panjang ini, air sumur mengering sehingga warga kesulitan untuk mendapatkan air yang hanya dipergunakan untuk mandi dan mencuci.

 BACA JUGA:

Salah seorang warga, Nurah (53) mengatakan, sudah puluhan tahun krisis air bersih di wilayahnya terjadi. Terhitung semenjak ia tinggal bersama keluarganya di wilayah kampung itu, puluhan tahun ke belakang.

"Iya, sudah puluhan tahun kondisi air di sini kuning. Makanya, untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, kami terpaksa membeli air galon isi ulang," ujar Nurah kepada MNC Portal Indonesia, Senin (4/9/2023).

 BACA JUGA:

Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, lanjut Murah, dirinya harus mengambil air dari kolam MCK mushola yang ada di kampung tersebut. Jika musim hujan, air sumur berwarna kuning. Namun, semenjak memasuki musim kemarau panjang ini, air berubah warnanya menjadi agak ke hitam-hitaman.

Keluhan serupa dikatakan Ade Deni (63) yang mengeluhkan kondisi air di kampungnya dinilai tidak layak dikonsumsi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia yang hidup berdua bersama istrinya, harus membeli air galon.

Dalam satu minggunya, keluarganya telah menghabiskan sebanyak 6 hingga 7 galon air yang dibeli seharga Rp5.500.

"Jadi 6 sampai 7 galon air itu, khusus kami gunakan hanya untuk memasak dan minum saja. Sedangkan, untuk mandi dan cuci pakaian atau cuci piring, kami ngambil airnya dari kolam MCK mushola. Iya, meskipun airnya kolam tidak bersih, tapi mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain," ujar Ade.

 BACA JUGA:

Sementara itu Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani mengatakan, darurat krisis air bersih di wilayah kampung tersebut, telah dialami sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sekitar 150 orang.

"Air kolam itu, bersumber dari saluran air Sungai Cimuncang. Jadi, kondisinya agak lumayan tidak terlaku kuning, jika dibandingkan air sumur. Tapi, yah begitu sebenarnya itu tidak layak. Karena, dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan warga," ujar Dadan.

Adapun, solusi untuk permasalahan tersebut, lanjut Dadan, diperlukan pembangunan sumur bor dengan kedalaman minimal 30 meter untuk mendapatkan air yang bersih dan jernih. Sebab jika kurang dari 30 meter kedalamannya, airnya tidak jernih atau menguning dan jika dilanda kemarau panjang, airnya akan kering.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya