JAKARTA - Kualitas udara di DKI Jakarta masih menunjukkan tidak sehat dengan berada di posisi ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada hari ini, Selasa (5/9/2023).
Dilansir dari laman pengukuran kualitas udara IQAir pukul 08.14, indeks kualitas udara di DKI Jakarta tercatat di angka 161.
Adapun kosentrasi polutan tertinggi dalam udara di Jakarta hari ini PM 2.5 dengan nilai konsentrasi 75 mikogram per meter kubik. Sementara, konsentrasi tersebut sebesar 15 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.
Berdasarkan data tersebut, artinya kualitas udara di Jakarta masih belum ada perubahan meskipun Pemprov DKI telah melakukan upaya-upaya seperti penyemprotan jalan dengan water cannon, uji emisi hingga kebijakan work from home (WFH) untuk sebagian aparatur sipil negara (ASN).
Laman IQAir juga merekomendasikan masyarakat untuk menggunakan masker, menyalakan penyaring udara, menutup jendela dan hindari aktivitas di luar ruangan agar terhindar dari polusi udara.