Fadli menilai, persoalan krisis di Myanmar tidak akan selesai dalam waktu satu atau dua tahun. Oleh sebab itu, ia mendorong adanya bantuan kemanusiaan yang rutin digelar oleh negara-negara yang hadir pada KTT Ke-43 ASEAN.
"AIPA juga berkomitmen bersama untuk mendorong dan menghimpun bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk Masyarakat Myanmar yang terdampak krisis berkepanjangan. Sebab saat ini, selain penyelesaian krisis, bantuan kemanusiaan juga sangat dibutuhkan," papar Fadli.
Di sisi lain, anggota Komisi I DPR itu menganggap keberhasilan perhelatan KTT ke-43 ASEAN akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam mewujudkan stabilitas dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara. Menurut Fadli, Indonesia bisa semakin menunjukkan eksistensi kepemimpinannya di ASEAN bila KTT ke-43 ASEAN di Jakarta berjalan sukses.
BACA JUGA:
"KTT ASEAN ke-43 yang saat ini berlangsung di Jakarta memiliki arti penting bagi perkembangan kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia karena membawa manfaat besar bagi kawasan Asia Tenggara dan dunia secara keseluruhan," tuturnya.
BACA JUGA:
Dengan perhelatan KTT ASEAN ke-43, Fadli berharap Indonesia bisa menjadi fasilitator bagi negara-negara Asia Tenggara untuk menghasilkan kesepakatan yang lebih kuat. Termasuk juga dengan negara-negara mitra yang hadir, terutama dalam hal perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi.
"BKSAP berharap agar KTT ini dapat menciptakan mekanisme yang lebih efektif untuk mengatasi isu-isu keamanan bersama, seperti isu maritim, keamanan siber, dan terorisme,” ungkap Fadli.
“Melalui kerja sama yang lebih erat dengan mitra eksternal, ASEAN juga dapat lebih efektif menghadapi tantangan-tantangan global yang semakin kompleks," sambungnya.
Seperti diketahui, KTT ke-43 ASEAN diselenggarakan di Jakarta sejak tanggal 5 hingga 7 September 2023 menyusul keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini. Minus Myanmar, total 10 anggota ASEAN menghadiri konferensi ini. Selain itu, 9 negara mitra dan 2 negara undangan juga datang dalam perhelatan KTT ke-43 ASEAN.
Salah satu yang dibahas pada KTT Ke-43 ASEAN ialah penanganan krisis di Myanmar di mana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga menegaskan bahwa Five Point of Consensus (5PC) akan tetap menjadi pedoman utama ASEAN dalam menyelesaikan krisis di Myanmar.
(Fakhrizal Fakhri )