UKRAINA - Serangan drone atau pesawat tak berawak menyebabkan ledakan di dekat markas militer Rusia di kota Rostov-on-Don pada Kamis (7/9/2023), ketika Kyiv melanjutkan kampanye serangan udara strategis di wilayah Rusia.
Video media sosial yang di-geolokasi oleh CNN menunjukkan serangan itu terjadi di sekitar pangkalan militer. Dalam postingan Telegram sebelumnya, Gubernur wilayah Rostov Vasily Golubev mengatakan satu orang terluka dan beberapa mobil rusak setelah pertahanan udara Rusia mencegat dua drone di atas kota.
Golubev mengatakan ‘mode darurat’ diberlakukan di sekitar lokasi ledakan dan hampir 100 warga ditawari akomodasi alternatif sementara. Adapun Kyiv tidak segera memberikan komentar apa pun.
Rostov-on-Don berada di Rusia selatan, tidak jauh dari perbatasan Ukraina. Wilayah ini sempat diduduki oleh pasukan Wagner selama pemberontakan singkat kelompok militer swasta melawan Kremlin awal tahun ini.
Serangan tersebut adalah salah satu dari beberapa serangan yang menghantam Rusia dalam semalam.
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin dalam sebuah postingan di Telegram pada Kamis (7/9/2023) mengatakan sistem pertahanan udara Rusia secara terpisah mencegat serangan pesawat tak berawak di dekat Moskow.
“Malam ini, di distrik perkotaan Ramensky, pasukan pertahanan udara menggagalkan serangan pesawat tak berawak ke Moskow. Tidak ada kerusakan atau korban jiwa di lokasi jatuhnya reruntuhan. Layanan darurat tersedia di lokasi,” kata Sobyanin dalam postingannya.
Ukraina menunjukkan peningkatan kesediaan untuk melancarkan serangan yang ditargetkan melintasi perbatasan, dalam upaya nyata untuk secara perlahan melemahkan dukungan dalam negeri Rusia terhadap perang tersebut dan menurunkan infrastruktur Rusia.
Serangan-serangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya serangan terhadap kota-kota Ukraina oleh Moskow, yang serangannya sering menargetkan wilayah sipil.
Pada Rabu (6/9/2023), setidaknya 17 orang termasuk seorang anak tewas setelah sebuah rudal Rusia menghantam sebuah pasar di sebuah kota di wilayah Donetsk, Ukraina timur. Ini adalah salah satu serangan terburuk dalam beberapa bulan terakhir.
“Pasukan Rusia adalah teroris yang tidak akan dimaafkan dan tidak akan dibiarkan dalam damai,” tulis Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal di Telegram.
“Akan ada balasan yang adil untuk semuanya,” lanjutnya.
Selain serangan terhadap wilayah Rusia, Kyiv juga terus melakukan serangan terhadap wilayah pendudukan Rusia di Ukraina.
Pejabat yang ditunjuk Rusia di wilayah pendudukan Zaporizhzhia mengatakan ada lagi serangan pesawat tak berawak Ukraina di Enerhodar, kota yang berdekatan dengan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, pada Kamis (7/9/2023) pagi.
Pimpinan Pakta Pertahanan Atlantilk Utara (NATO) Jens Stoltenberg Kamis (7/9/2023) mengatakan Ukraina perlahan-lahan mendapatkan kekuatan dalam serangan balasannya meskipun terjadi pertempuran sengit selama berminggu-minggu.
“Ukraina secara bertahap mendapatkan dukungan,” katanya kepada Parlemen Eropa.
“Ini adalah pertempuran sengit, pertempuran sulit namun mereka mampu menembus garis pertahanan pasukan Rusia. Dan mereka bergerak maju,” lanjutnya.
Pernyataannya muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengirimkan pesan yang kuat minggu lalu mengenai kemajuan Ukraina.
“Tidak peduli apa yang orang katakan, kami mengalami kemajuan, dan itu adalah hal yang paling penting. Kami sedang bergerak,” cuitnya di Twitter.
(Susi Susanti)