Pria yang aktif dalam partai yang dipimpin oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan mendukung Bacapres Pemilu 2024 Ganjar Pranowo itu pun membantah bahwa hal tersebut masuk ke dalam kategori politik identitas. Sebab posisi ganjar tidak mengancam pihak manapun.
"Enggak itu, kalau politik identitas itu kan kalau ngancam-ngancam kalau nggak milih ono nanti jadi begini, kalau nggak milih ini ntar jadi begitu. Enggak ada ancaman enggak ada gesture apa segala macamnya, Insya Allah ngalir,"katanya.
Lebih lanjut, UYM mengatakan bahwa munculnya Ganjar Pranowo dalam tayangan azan juga sudah dipikirkan dengan matang-matang. Walaupun akan terdapat banyak pro dan kontra di dalamnya.
BACA JUGA:
"Udah dihitung bahwa ini yang kemudian pasti ada pro kontra. Itu sudah dihitung tapi kita mengedepankan ini ada pendidikan yang baik,"tutur pria yang aktif di Partai Perindo yang dikenal sebagai partai modern yang peduli rakyat kecil, gigih berjuang untuk penciptaan lapangan kerja dan Indonesia sejahtera itu.
BACA JUGA:
Dia pun mengajak agar para capres dan cawapres lain ikut melakukan hal yang sama. Hal ini dalam rangka memberikan contoh yang baik di tengah masyarakat.
"Iya semua capres semua cawapres ya monggo. Umat pengen lihat kok dia ke masjid apa nggak? sholat apa nggak? ngaji atau enggak kan umat ingin juga merasa terwakili kan,"tuturnya.
Selain merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil DKI Jakarta I (Jakarta Timur), KH Yusuf Mansur juga merupakan ulama di mana beliau adalah Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran yang juga merupakan Majelis Masyayikh Pesantren yang dikukuhkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (30/12/2021).
Majelis ini terdiri dari 9 kiai sebagai perwakilan Dewan Masyayikh dalam merumuskan dan menetapkan sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren di seluruh Indonesia.
(Fakhrizal Fakhri )