Diperiksa Terkait Peristiwa Tanjung Priok, LB Moerdani Tak Bisa Bicara

Awaludin, Jurnalis
Kamis 14 September 2023 06:05 WIB
LB Moerdani (foto: dok ist)
Share :

Letupan di Priok bermula dari dua aparat bintara pembina desa komando rayon militer setempat yang dituduh memasuki Musala Assa'adah di Gang IV Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tanpa membuka alas kaki pada 8 September. Keduanya lalu mencopot pamflet undangan pengajian remaja di Jalan Sindang Raya dan menyiram dinding musala dengan air comberan.

Bentrokan pun terjadi. Korban berjatuhan di depan kantor polisi. Amir bersama dua rekannya yang menjadi erwakilan juga ditembak di halaman markas Kodim. Keluarga korban mengklaim korban tewas dan terluka mencapai ratusan orang..

Mantan anak buah Benny menampik keras tuduhan itu. Ia menuturkan kasus Priok merupakan tanggung jawab Panglima Kodam Jaya. Semestinya Try Sutrisno yang turun tangan. Tapi, dalam kasus ini, Soeharto memerintahkan Benny menanganinya agar Ibu Kota tenang. "Repot karena Pak Benny seorang kristiani," katanya.

Try Sutrisno memastikan tak ada perintah penembakan. "Ada rakyat spontan emosi. Akhirnya mau bakar Kodim, Polres, sampai ada korban," ucap Try, pertengahan September 2014. Dalam kasus ini, kata dia, tak ada pelanggaran HAM karena tak terpenuhi unsur ada perintah atasan serta kejadian meluas dan sistematis.

Benny saat itu lantas ke terminal kontainer barang di Tanah Merah. Sambil mengetuk-ngetuk kontainer, dia berkata, "Inilah sebab-musabab masalah itu." Menurut Benny, warga beringas karena pemerintah main gusur demi membangun dermaga pelabuhan kontainer.

Benny meminta Menteri Agama Munawir Sjadzali saat itu mengumpulkan tokoh agama di Jakarta. Pada Kamis malam, 13 September, hadir sejumlah tokoh dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Dalam rapat muncul kekhawatiran terjadi gejolak kalau jumlah korban diumumkan apa adanya.

"Ini jumlah korban sesungguhnya 28. Saya kembalikan kepada Bapak-Bapak apakah angka ini saya sebutkan," ujar Benny.

Rapat sepakat jumlah korban dikorting lima, sesuai dengan Pancasila. Tapi, dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat, Benny menyampaikan angka sebenarnya. Belakangan, total korban tewas disebut 33 orang.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya